Detail Informasi
Penurunan Status G.Anak Ranakah dari Waspada menjadi Normal, 9 April 2012
I. Pendahuluan
G. Anak Ranakah terletak di wilayah Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara geografis G. Anak Ranakah berada pada 08°38’06” LS dan 120°31’56” BT dengan ketinggian 2247.5 m dpl (di atas permukaan laut). Gunungapi Anak Ranakah terletak di lereng utara dan merupakan kubah lava termuda dari rangkaian kubah lava yang berjejer konsentris di sekitar Kaldera Pocok Leok.
Aktifitas vulkanik gunungapi ini diawali oleh letusan yang terjadi pada 28 Desember 1987 berupa letusan freatik. Pada 11 Januari 1988 terjadi letusan besar dengan ketinggian asap sekitar 8.000 m yang disertai luncuran aliran awan panas menuju Wae Reno dan Wae Teko di sebelah Utara gunungapi tersebut. Periode letusannya belum diketahui, karena letusan pertama yang diketahui hanya pada tahun 1987 dan sampai saat ini belum meletus kembali. Hasil akhir dari aktivitas erupsi adalah pemunculan dan pertumbuhan kubah lava.
Berdasarkan hasil analisis data visual, deformasi dan kegempaan, maka terhitung tanggal 22 Oktober 2011, pukul 14:00 WITA, status kegiatan G. Anak Ranakah diturunkan dari SIAGA (Level III) menjadi WASPADA (Level II).
II. Visual
Pemantauan secara visual terhadap Kawah/Puncak Anak Ranakah, sejak tanggal Januari 2012 hingga tanggal Maret 2012 sebagai berikut :
Januari 2012, cuaca umumnya mendung-cerah, angin sedang-kencang dari utara dan barat, gunung tampak jelas. Teramati asap dari puncak G. Anak Ranakah setinggi 10 meter. Tidak nampak perubahan yang signifikan di sekitar puncak G. Anak Ranakah dan sekitarnya.
Februari 2012, cuaca umumnya mendung-cerah, angin sedang-kencang dari utara dan barat, gunung tampak jelas. Teramati asap dari puncak G. Anak Ranakah setinggi 10-15 meter. Tidak nampak perubahan yang signifikan di sekitar puncak G. Anak Ranakah dan sekitarnya.
Maret 2012, cuaca umumnya mendung-cerah, angin sedang-kencang dari utara dan barat, gunung tampak jelas. Teramati asap dari puncak G. Anak Ranakah setinggi 10 meter. Tidak nampak perubahan yang signifikan di sekitar puncak G. Anak Ranakah dan sekitarnya.
April 2012 sampai tanggal 8 April 2012, cuaca umumnya mendung-cerah, angin sedang-kencang dari utara dan barat, gunung tampak jelas. Teramati asap dari puncak G. Anak Ranakah setinggi 10 meter. Tidak nampak perubahan yang signifikan di sekitar puncak G. Anak Ranakah dan sekitarnya.
III. Kegempaan
Pemantauan aktivitas G. Anak Ranakah dilakukan secara kontinyu dari POS PGA Anak Ranakah terletak di Desa Wae Rii, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan seismograf tipe seismograf VR-60 sebagai berikut ;
Januari 2012 ; tidak terekam gempa Hembusan dan gempa Tremor. 4 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB). 123 kali gempa Vulkanik Dalam (VA). 6 kali gempa Tektonik Lokal (TL), dan 18 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
Februari 2012 ; tidak terekam gempa Hembusan dan gempa Tremor. 6 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB). 73 kali gempa Vulkanik Dalam (VA). 2 kali gempa Tektonik Lokal (TL), dan 24 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
Maret 2012, ; tidak terekam gempa Hembusan dan gempa Tremor.1 kali gempa Low Frequency, 6 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB). 15 kali gempa Vulkanik Dalam (VA). 1 kali gempa Tektonik Lokal (TL), dan 21 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
April 2012,sampai tanggal 8 April 2012 ; tidak terekam gempa Hembusan dan gempa Tremor. Tidak terekam gempa Vulkanik Dangkal (VB). 6 kali gempa Vulkanik Dalam (VA). 1 kali gempa Tektonik Lokal (TL), dan 3 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
IV. Evaluasi
Peningkatan aktivitas G. Tambora teramati dengan meningkatnya aktivitas kegempaan dan visual, terutama Vulkanik Dangkal (VB) dan Gempa Vulkanik Dalam (VA). Gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Vulkanik Dangkal mulai meningkat akhir bulan Agustus 2011 dan cenderung mengalami peningkatan hingga minggu pertama Oktober sampai November 2012, dan setelah itu terjadi penurunan kembali pada Januari 2012. Pada pertngahan bulan Januari hingga akhir bulan Maret 2012 terjadi penurunan jumlah gempa harian yang signifikan, Gempa Vulkanik Dangkal dan Gempa Vulkanik Dalam. Pemantauan secara visual hingga awal April 2012, aktivitas G. Anak Ranakah tidak memperlihatkan perubahan yang signifikan (sama dengan keadaan pada status Normal).
V. Potensi Bahaya
Volume Kubah Lava G. Anak Ranakah rentan terhadap gangguan akibat gravitasi maupun tekanan dari dalam gunungapi sehingga sering terlihat ada longsoran dari kubah lava. Longsoran material dari kubah lava dalam volume yang besar akan membentuk aliran awan panas. Pada saat ini daerah yang memiliki risiko tertinggi terkena luncuran aliran awan panas adalah sekitar 2 km ke arah Baratlaut – Utara dari kawah, yaitu di sekitar Lembah Sungai Wae Reno.
VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data visual dan kegempaan, maka terhitung tanggal 9 April 2012, pukul 15.00 WITA, status kegiatan G. Anak Ranakah diturunkan dari Waspada (Level II) menjadi Normal (Level I).
Sehubungan dengan penurunan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan tetap melakukan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Anak Ranakah dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah / Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Status kegiatan G. Anak Ranakah akan dinaikkan kembali jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
VII. Rekomendasi
Sehubungan dengan status kegiatan G. Anak Ranakah “NORMAL (LEVEL I)” maka direkomendasikan:
Masyarakat di sekitar G. Anak Ranakah dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki komplek kawah G. Anak Ranakah, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan, serta sering terjadi guguran batuan lepas.
Masyarakat di sekitar G. Anak Ranakah diharap tenang, tidak tepancing isyu tentang letusan G. Anak Ranakah.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah / BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Pemerintah Daerah / BPBD Kabupaten Dompu tentang aktivitas G. Anak Ranakah. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Anak Ranakah di Desa Wae Rii, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
_____________________________
Sumber:
http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=270:penurunan-status-g-bromo-dari-waspada-menjadi-normal-9-april-2012&catid=35:aktifitas-terkini-gai
_____________________________________________
PERINGATA DINI; 23/10/2011; (Penurunan Status) ke 'WASPADA" : G. Anak Ranakah, Kab. Manggarai dan Kab.Manggarai Timur, NTT
Lokasi : AnakRanakah
Tanggal : Oct 24 2011
Jam : 13:08 | WIB
Peringatan
Detail Informasi
Bencana : Peringatan Dini WASPADA G. Anak Ranakah, Kab. Manggarai dan Kab.Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tanggal : 23 October 2011
Posisi : -8.6339455666584, 120.5331760379
Wilayah : Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Tidak Ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : PVMBG: 1. Pendahuluan: G. Anak Ranakah terletak di wilayah Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Secara geografis G. Anak Ranakah berada pada 08°38’06” LS dan 120°31’56” BT dengan ketinggian 2247.5 m dpl (di atas permukaan laut). Gunungapi Anak Ranakah terletak di lereng utara dan merupakan kubah lava termuda dari rangkaian kubah lava yang berjejer konsentris di sekitar Kaldera Pocok Leok. Aktifitas vulkanik gunungapi ini diawali oleh letusan yang terjadi pada 28 Desember 1987 berupa letusan freatik. Pada 11 Januari 1988 terjadi letusan besar dengan ketinggian asap sekitar 8.000 m yang disertai luncuran aliran awan panas menuju Wae Reno dan Wae Teko di sebelah Utara gunungapi tersebut. Periode letusannya belum diketahui, karena letusan pertama yang diketahui hanya pada tahun 1987 dan sampai saat ini belum meletus kembali. Hasil akhir dari aktivitas erupsi adalah pemunculan dan pertumbuhan kubah lava. Status aktivitas G. Anak Ranakah sejak 8 September 2011 pukul 16:00 WITA ditingkatkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III). 2. Visual: Pengamatan visual selama September 2011 – 21 Oktober 2011 adalah sebagai berikut : Sepanjang bulan September 2011 rata-rata cuaca di sekitar G. Anak Ranakah cerah - mendung, angin bertiup tenang, suhu udara 17°C - 27°C. Gunung jelas - tertutup kabut. Pada saat gunung tampak jelas, teramati asap putih tipis dengan tinggi sekitar 10 - 15 m. Tanggal 1 – 3 Oktober 2011, secara umum cuaca di sekitar G. Anak Ranakah cerah/mendung - hujan, angin bertiup tenang, suhu udara 17°C - 27°C. Gunung tampak jelas - tertutup kabut. Pada saat gunung tampak jelas, teramati asap putih tipis dengan tinggi sekitar 10 m. Tanggal 4 – 6 Oktober 2011, cuaca di sekitar G. Anak Ranakah cerah – hujan dengan intensitas deras, angin bertiup tenang, suhu udara 17°C - 27°C. Gunung tampak jelas - tertutup kabut. Pada saat gunung tampak jelas, teramati asap putih tipis dengan tinggi sekitar 10 m. Tanggal 7 – 9 Oktober 2011, cuaca di sekitar G. Anak Ranakah cerah – mendung, angin bertiup tenang, suhu udara 16°C - 27°C. Gunung tampak jelas - tertutup kabut. Pada saat gunung tampak jelas, teramati asap putih tipis dengan tinggi sekitar 10 m. Tanggal 10 – 12 Oktober 2011, cuaca di sekitar G. Anak Ranakah cerah, angin bertiup tenang - perlahan, suhu udara 16°C - 29°C. Gunung tampak jelas - tertutup kabut. Pada saat gunung tampak jelas, teramati asap putih tipis dengan tinggi sekitar 15 m. Tanggal 13 – 15 Oktober 2011, cuaca di sekitar G. Anak Ranakah cerah mendung, angin bertiup tenang, suhu udara 16°C - 29°C. Gunung tampak jelas - tertutup kabut. Tanggal 16 – 18 Oktober 2011, cuaca di sekitar G. Anak Ranakah cerah – mendung, angin bertiup tenang, suhu udara 18°C - 26°C. Gunung tampak jelas-tertutup kabut, asap tidak teramati. Tanggal 19 – 20 Oktober 2011, cuaca di sekitar G. Anak Ranakah cerah, angin bertiup tenang, suhu udara 18°C - 28°C. Gunung tampak jelas, asap tidak teramati. Tanggal 21 Oktober 2011, cuaca di sekitar G. Anak Ranakah cerah, angin bertiup tenang, suhu udara 18°C - 28°C. Gunung tampak jelas, asap tidak teramati. 3. Kegempaan Pengamatan kegempaan sejak Bulan Juli 2011 hingga tanggal 21 Oktober 2011 adalah sebagai berikut : Jumlah kegempaan sepanjang bulan Juli 2011 tercatat gempa Vulkanik Dangkal (VB) sebanyak 12 kali, gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 177 kali, gempa Tektonik Lokal (TL) sebanyak 3 kali, dan gempa Tektonik Jauh (TJ) sebanyak 42 kali. Jumlah kegempaan sepanjang bulan Agustus 2011 tercatat gempa Vulkanik Dangkal (VB) sebanyak 26 kali, gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 183 kali, gempa Tektonik Lokal (TL) sebanyak 2 kali, dan gempa Tektonik Jauh (TJ) sebanyak 57 kali. Jumlah kegempaan sepanjang bulan September 2011 tercatat gempa Vulkanik Dangkal (VB) sebanyak 54 kali, gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 229 kali, gempa Tektonik Lokal (TL) sebanyak 12 kali, dan gempa Tektonik Jauh (TJ) sebanyak 51 kali. Tanggal 1 – 3 Oktober 2011, tercatat gempa Vulkanik Dangkal (VB) sebanyak 13 kali dan gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 30 kali dan 4 kali dan gempa Tektonik Jauh (TJ) sebanyak 2 kali. Tanggal 4 – 6 Oktober 2011, tercatat gempa Vulkanik Dangkal (VB) sebanyak 6 kali, gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 14 kali, dan gempa Tektonik Jauh (TJ) sebanyak 7 kali. Tanggal 7 – 9 Oktober 2011, tercatat gempa Vulkanik Dangkal (VB) sebanyak 12 kali, gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 21 kali dan gempa Tektonik Lokal (TL) sebanyak 2 kali. Tanggal 10 – 12 Oktober 2011, tercatat gempa Vulkanik Dangkal (VB) sebanyak 4 kali, gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 29 kali, dan gempa Tektonik Lokal (TL) sebanyak 6 kali. Tanggal 13 – 15 Oktober 2011, tercatat gempa Vulkanik Dangkal (VB) sebanyak 4 kali, gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 11 kali, dan gempa Tektonik Lokal (TL) sebanyak 7 kali. Tanggal 16 – 18 Oktober 2011, tercatat gempa Vulkanik Dangkal (VB) sebanyak 2 kali, gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 3 kali. Tanggal 19 – 20 Oktober 2011, tercatat ,gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 4 kali, dan gempa Tektonik Jauh (TJ) sebanyak 2 kali. Tanggal 21 Oktober 2011, tercatat gempa Vulkanik Dalam (VA) sebanyak 2 kali. 4. Deformasi. 5. Evaluasi: Dari hasil perhitungan pelepasan (release) energi harian Gempa Vulkanik sejak tanggal 1 Juli 2011 hingga tanggal 6 Oktober 2011, didapatkan release energi tertinggi pada tanggal 15 Agustus 2011 dengan kecenderungan relatif menurun hingga 20 Oktober 2011. Dari hasil pengukuran EDM sejak tanggal 29 September 2011 hingga tanggal 6 Oktober 2011, didapatkan jarak POS-AR1 memiliki kecenderungan (trend) pemanjangan sejak 2 Oktober 2011 hingga 6 Oktober 2011 dengan nilai maksimum 1.1 cm. Jarak POS-AR2 memiliki kecenderungan pemendekan sejak 29 September 2011 hingga 2 Oktober 2011 dengan nilai pemendekan maksimum 0.5 cm dan memililiki kecenderungan relatif tidak terjadi deformasi sejak 2 Oktober 2011 hingga 6 Oktober 2011. 6. Potensi Bahaya: Volume Kubah Lava G. Anak Ranakah rentan terhadap gangguan akibat gravitasi maupun tekanan dari dalam gunungapi sehingga sering terlihat ada longsoran dari kubah lava. Longsoran material dari kubah lava dalam volume yang besar akan membentuk aliran awan panas. Pada saat ini daerah yang memiliki resiko tertinggi terkena luncuran aliran awan panas adalah sekitar 2 km ke arah Baratlaut – Utara dari kawah yaitu di sekitar Lembah Sungai Wae Reno. 7. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisa data visual, deformasi dan kegempaan, maka terhitung tanggal 22 Oktober, pukul 14:00 WITA, status kegiatan G. Anak Ranakah diturunkan dari SIAGA (Level III) menjadi WASPADA (Level II). Jika terjadi perubahan penurunan/peningkatan aktivitas vulkanik G. Anak Ranakah secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat diturunkan/dinaikkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya. Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan G. Anak Ranakah, serta pemahaman akan aktivitas G. Anak Ranakah harus tetap dilakukan secara intensif melalui kegiatan sosialisasi tentang ancaman bahaya letusan G. Anak Ranakah. 8. Rekomendasi Sehubungan dengan status kegiatan G. Anak Ranakah “WASPADA” maka direkomendasikan: Masyarakat di sekitar G. Ranakah dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan apapun di kawasan sekitar kawah (kubah lava) G. Anak Ranakah. Masyarakat di sekitar G. Anak Ranakah diharap tenang, tidak tepancing isyu-isyu tentang letusan G. Anak Ranakah. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Nusa Tenggara Timur (selaku Ketua SATKORLAK PB) dan Pemerintah Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur (Ketua SATLAK PB) tentang aktivitas G. Anak Ranakah. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan SATKORLAK PB. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Anak Ranakah di Desa Landu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : Pos Pengamatan G. Anak Ranakah di Desa Landu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung
Sumber : ICTD-AP, PVMBG
Kode Bencana : BV.231011
Sumber: PVMBG: http://goo.gl/vqf9V
News source link
| Credibility: |
 |
 |
0 |
|
Leave a Comment