Detail Informasi
Penurunan Status G. Sundoro dari WASPADA menjadi Normal, 30 Maret 2012
I. Pendahuluan
Gunungapi Sundoro terletak di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, secara geografi terletak pada posisi 07°18,00’ Lintang Selatan dan 109°59,50 Bujur Timur dengan ketinggian 3151 meter di atas permukaan laut (dpl).
Kegiatan gunungapi Sundoro yang tercatat dalam sejarah berupa letusan abu mulai tahun 1818, aktivitas gunungapi kembali tenang selama lebih kurang 60 tahun dan letusan abu terjadi lagi pada tahun 1882, saat itu letusan diikuti leleran lava di lereng baratlaut. Tahun 1903 terjadi lagi letusan abu (abu sampai Kejajar dan Garung) dan letusan abu tahun 1906 (abu sampai Kledung). Setelah aktivitas letusan jeda selama 63 tahun, aktivitas G. Sundoro kembali aktif pada tahun 1970 yang ditandai oleh munculnya kepulan asap putih tipis – tebal (tinggi kolom asap beberapa puluh meter dari bibir kawah) selama kurang dari satu hari disertai bunyi suara blazer.
Berikut disampaikan evaluasi kegiatan G. Sundoro dalam kurun waktu 1 Desember 2011 – 27 Maret 2012 berdasarkan pengamatan visual dan kegempaan, sebagai berikut:
II. Visual
Pengamatan visual dilakukan dari arah Pos PGA Sundoro di Desa Gentingsari Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, sebagai berikut :
- Tanggal 1 – 31 Desember 2011, cuaca terang – mendung, angin tenang dari barat, hujan gerimis kadang deras, gunung tertutup kabut.
- Tanggal 1 – 31 Januari 2012, cuaca terang – mendung, angin tenang sampai kencang dari barat, hujan gerimis – deras, gunung tertutup kabut.
- Tanggal 1 – 29 Februari 2012, cuaca mendung, angin tenang – kencang dari barat, hujan gerimis – deras, gunung tertutup kabut.
- Tanggal 1 – 29 Maret 2012, cuaca mendung, angin tenang – kencang dari barat, hujan sedang, gunung tertutup kabut.
III. Kegempaan
Jenis gempa yang terekam mulai 1 Desember 2011 – 27 Maret 2012 adalah sebagai berikut :
- Tanggal 1 – 31 Desember 2011, terekam 404 kali Gempa Hembusan, 4 kali Gempa Tremor, 109 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 89 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 23 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), 27 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 1 – 31 Januari 2012, terekam 479 kali Gempa Hembusan, 12 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 33 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 11 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), 16 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 1 - 29 Februari 2012, terekam 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 19 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 11 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 19 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
- Tanggal 1 – 29 Maret 2012, terekam 16 kali Gempa Hembusan, 6 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 1 (satu) kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 13 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 15 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ).
IV. Evaluasi
Peningkatan aktivitas G. Sundoro teramati dengan meningkatnya aktivitas kegempaan dan visual, terutama Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal. Gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Vulkanik Dangkal mulai meningkat bulan November 2011 dan cenderung mengalami peningkatan hingga minggu pertama Januari 2012, dan setelah itu terjadi penurunan kembali hingga 26 Maret 2012. Pada bulan Februari hingga akhir bulan Maret 2012 terjadi penurunan jumlah gempa harian yang sangat signifikan, terutama Gempa Hembusan, Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan Gempa Vulkanik Dalam (VA).
V. Potensi Bahaya
Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III (radius 2 km dari kawah) berpotensi terlanda awanpanas, aliran lava, gas beracun, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.
Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) II (radius 5 km dari kawah) berpotensi terlanda awanpanas, aliran lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.
Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) I sampai (radius 8 km dari kawah) berpotensi terlanda lahar dan perluasan aliran awanpanas, dan berpotensi terlanda jatuhan batu pijar serta hujan abu.
VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa data visual dan kegempaan, maka terhitung tanggal 30 Maret 2012, pukul 14:00 WIB, status kegiatan G. Sundoro diturunkan dari Waspada (Level II) menjadi Normal (Level I)
Dalam status Normal, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi tetap melakukan pemantauan dan melakukan evaluasi kegiatan G. Sundoro dan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Status kegiatan G. Sundoro akan dinaikkan kembali jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
VII. Rekomendasi
Sehubungan dengan status kegiatan G. Sundoro “NORMAL” maka direkomendasikan:
a. Masyarakat di sekitar G. Sundoro agar tenang, tidak tepancing isyu-isyu tentang letusan G. Sundoro.
b. Masyarakat di sekitar Gunungapi Sundoro dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah puncak G. Sundoro dalam jarak dekat.
c. Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Gunungapi Sundoro dalam KRB II bisa beraktivitas seperti biasa dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan G. Sundoro yang dikeluarkan oleh BPBD setempat.
d. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Wonosobo tentang aktivitas G. Sundoro. Masyarakat agar selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
e. Agar BPBD Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Sundoro di Desa Gentingsari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
___________________________________
Sumber:
http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=264:penurunan-status-g-sundoro-dari-waspada-menjadi-normal-30-maret-2012&catid=35:aktifitas-terkini-gai
______________________________________
PERINGATAN DINI: 5/12/2011; WASPADA Gunung Sundoro, Kab. Temanggung dan Wonosobo Jawa Tengah [ Edit ]
Lokasi : G.Sundoro,Jateng
Tanggal : Dec 5 2011
Jam : 21:41 | WIB
Peringatan
Detail Informasi
Bencana : Peringatan Dini "WASPADA" Gunung Sundoro Kabupaten Temanggung dan Wonosobo Jawa Tengah
Tanggal : 5 Desember 2011, pukul 20:00 WIB
Posisi : -7.3025, 109.9958333
Wilayah : Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Tidak Ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : PVMBG: I. Pendahuluan: Gunungapi Sundoro terletak di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, secara geografi terletak pada posisi 07°18,00’ Lintang Selatan dan 109°59,50 Bujur Timur dengan ketinggian 3151 meter di atas permukaan laut (dpl). Kegiatan gunungapi Sundoro yang tercatat dalam sejarah berupa letusan abu mulai tahun 1818, aktivitas gunungapi kembali tenang selama lebih kurang 60 tahun dan letusan abu terjadi lagi pada tahun 1882, saat itu letusan diikuti leleran lava di lereng baratlaut. Tahun 1903 terjadi lagi letusan abu (abu sampai Kejajar dan Garung) dan letusan abu tahun 1906 (abu sampai Kledung). Setelah aktivitas letusan jeda selama 63 tahun, aktivitas G. Sundoro kembali aktif pada tahun 1970 yang ditandai oleh munculnya kepulan asap putih tipis – tebal (tinggi kolom asap beberapa puluh meter dari bibir kawah) selama kurang dari satu hari disertai bunyi suara blazer. Berikut disampaikan evaluasi kegiatan G. Sundoro dalam kurun waktu Oktober – 4 Desember 2011 berdasarkan pengamatan visual dan kegempaan, sebagai berikut: II. Visual: Pengamatan visual dilakukan dari arah Pos PGA Sundoro di Desa Gentingsari Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, sebagai berikut : - Tanggal 1 – 24 Oktober 2011, cuaca terang – mendung, angin tenang dari barat, hujan gerimis kadang deras, gunung tertutup kabut. - Tanggal 25 – 30 Oktober 2011, cuaca terang – mendung, angin tenang dari timur, hujan gerimis – sedang, gunung tertutup kabut. - Tanggal 31 Oktober – 10 November 2011, cuaca terang – mendung, hujan gerimis (sesekali deras), gunung tertutup kabut. - Tanggal 11 – 17 November 2011, cuaca terang, angin tenang, hujan gerimis, gunung tertutup kabut. - Tanggal 18 November – 4 Desember 2011, cuaca terang – mendung, hujan gerimis – sedang, gunung tertutup kabut. Hasil dua kali pengamatan visual dan pengukuran suhu di kawah puncak, pada beberapa titik di sekitar kawah, yaitu tanggal 26 November 2011 dan 2 Desember 2011, menunjukkan adanya kepulan asap dari fumarol dengan temperatur rata-rata sebesar 75oC (26 Oktober) dan 95oC (2 November). Pada tanggal 2 November tinggi asap fumarol sudah melewati bibir kawah gunung (sekitar beberapa puluh meter) dengan tekanan asap lemah-sedang. III. Kegempaan: Jenis gempa yang terekam mulai Oktober – 4 Desember 2011 adalah sebagai berikut : - Bulan Oktober 2011, terekam 3 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 18 kali kejadian gempaTektonik Jauh, dan 21 kali kejadian gempa Tektonik Lokal. - Bulan November 2011, terekam 13 kali kejadian gempa Vulkanik Dalam (VA), 6 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 26 kali kejadian gempa Tektonik Jauh, 5 kali kejadian gempa Tektonik Lokal, 22 kali kejadian gempa Hembusan. - Tanggal 1 – 4 Desember 2011, terekam 20 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB), 2 kali kejadian gempa Tektonik Jauh, 3 kali kejadian gempa Tektonik Lokal, 6 kali kejadian gempa Hembusan. IV. Evaluasi: Peningkatan aktivitas G. Sundoro teramati dengan meningkatnya aktivitas kegempaan dan visual, terutama Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal. Gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Vulkanik Dangkal mulai meningkat bulan November 2011 dan cenderung mengalami peningkatan hingga Desember 2011. Peningkatan aktivitas vulkanik berupa Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal dikhawatirkan akan memicu peningkatan aktivitas vulkanik berupa letusan freatik atau letusan abu. V. Potensi Bahaya: Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III (radius 2 km dari kawah) berpotensi terlanda awanpanas, aliran lava, gas beracun, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat. Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) II (radius 5 km dari kawah) berpotensi terlanda awanpanas, aliran lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat. Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) I sampai (radius 8 km dari kawah) berpotensi terlanda lahar dan perluasan aliran awanpanas, dan berpotensi terlanda jatuhan batu pijar serta hujan abu. VI. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisa data visual dan kegempaan, maka terhitung tanggal 5 Desember 2011, pukul 20:00 WIB, status kegiatan G. Sundoro dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II). Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Sundoro dan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Status kegiatan G. Sundoro akan diturunkan/dinaikkan kembali jika terjadi penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik. VII. Rekomendasi: Sehubungan dengan status kegiatan G. Sundoro “WASPADA” maka direkomendasikan: a. Masyarakat di sekitar G. Sundoro diharap tenang, tidak tepancing isyu-isyu tentang letusan G. Sundoro. b. Masyarakat di sekitar Gunungapi Sundoro dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak G. Sundoro dalam radius 2 km dari kawah puncak G. Sundoro. c. Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Gunungapi Sundoro dalam KRB II untuk selalu waspada dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan G. Sundoro yang dikeluarkan oleh BPBD setempat. d. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Wonosobo tentang aktivitas G. Sundoro. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat. e. Agar BPBD Kabupaten Temanggung dan Wonosobo senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Sundoro di Desa Gentingsari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : Pos Pengamatan G. Sundoro di Desa Gentingsari, Kec.Parakan, Kab.Temanggung, PVMBG, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Wonosobo
Sumber : ICTD- AP, PVMBG
Kode Bencana : AV.51211
________________
Sumber: http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=233:peningkatan-status-g-sundoro-dari-normal-menjadi-waspada&catid=48:status-gunungapi
News source link
| Credibility: |
 |
 |
0 |
|
Leave a Comment