Verified

PERINGATAN DINI: 8/9/2011: WASPADA; G. Soputan, Kab.Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara

Lokasi     : Soputan
Tanggal     : Aug 9 2011
Jam     : 12:00 | WIB

Detail Informasi


Bencana : Peringatan Dini; WASPADA: G. Soputan ( Penurunan Status G. Soputan dari SIAGA (Level III) menjadi WASPADA (Level II) )
Tanggal : 8 September 2011 pukul 16.00
Posisi : 1.108, 124.73
Wilayah : Kab.Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Tidak Ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : PVMBG: Penurunan Status G. Soputan dari SIAGA (Level III) menjadi WASPADA (Level II): I. PENDAHULUAN: Gunungapi Soputan merupakan salah satu gunungapi aktif yang kegiatannya ditandai dengan terjadinya guguran-guguran pada kubah lava dengan atau tanpa diikuti awanpanas guguran. Gunungapi tipe strato ini terletak di kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara dengan posisi koordinat pada 01o06’ 30 LU dan 124o43’ BT. Periode antara dua letusan G. Soputan terjadi dengan jangka waktu terpanjang sekitar 47 tahun. Karakteristik letusan G. Soputan pada umumnya berupa letusan eksplosif dengan atau tanpa diikuti awanpanas letusan dan letusan efusif. Pada saat erupsi, G. Soputan menghasilkan lontaran material seperti abu, pasir, lapili dan bom-bom, serta terjadi guguran-guguran lava pijar, sesekali diikuti aliran awanpanas. Sejak 21 Juni hingga 2 Juli 2011, aktivitas kegempaan G. Soputan menunjukkan peningkatan· kegiatan vulkanik yang signifikan. Pada 2 Juli 2011 pukul 23.00 WITA status kegiatan G. Soputan dinaikkan· dari WASPADA (LEVEL II) menjadi SIAGA (LEVEL III) dan status kegiatan G. Soputan diturunkan dari SIAGA (LEVEL III) menjadi WASPADA (LEVEL II) sejak 19 Juli 2011 pukul 22.00 WITA. Kegiatan vulkanik G. Soputan kemudian meningkat, sehingga 14 Agustus 2011 pukul 15.00 WITA status kegiatan vulkaniknya dinaikkan menjadi SIAGA (LEVEL III). II. KEGEMPAAN: Sejak 14 Agustus 2011 hingga 7 September 2011 kegempaan G. Soputan mengalami penurunan antara lain; Tanggal 14 – 18 Agustus 2011, terrekam 2 kali gempa letusan, 178 kali gempa Hembusan, 159 kali gempa Guguran, 3 kali gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 1 kali gempa Tektonik Jauh. Tanggal 19 – 23 Agustus 2011, terrekam 272 kali gempa Hembusan, 21 kali gempa Guguran. Tanggal 24 – 28 Agustus 2011, terrekam 145 kali gempa Hembusan, 62 kali gempa Guguran. Tanggal 29 Agustus – 2 September 2011, terrekam 271 kali gempa Hembusan, 52 kali gempa Guguran, 3 kali gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 4 kali gempa Tektonik Jauh. Tanggal 3 – 7 September 2011, terrekam 34 kali gempa Hembusan, 52 kali gempa Guguran dan 5 kali gempa Tektonik Jauh. III. VISUAL: letusan terjadi pada 14 Agustus 2011, letusan pertama pada pukul 07.55 WITA dengan tinggi kolom letusan sekitar 1000 m dan letusan kedua pada pukul 09.27 WITA dengan tinggi kolom letusan sekitar 1250 m di atas puncak, kejadian letusan ini berlangsung hingga pukul 13.35 WITA. Secara visual kegiatan G. Soputan mengalami penurunan hingga 7 September 2011. Tanggal 14 – 18 Agustus 2011, Cuaca cerah – berawan, angin sedang dari selatan. Letusan terjadi 2 kali, letusan berwarna putih kelabu dengan tinggi antara 1000 – 1250 m diatas puncak. Gunung kadang tertutup kabut, saat gunung jelas teramati asap kawah putih sedang dengan tinggi antara 50 – 200 m di atas puncak. Tanggal 19 – 23 Agustus 2011, Cuaca cerah – berawan, angin sedang dari selatan, gunung kadang tertutup kabut, saat gunung jelas teramati asap kawah putih sedang dengan tinggi antara 50 – 150 m di atas puncak. Tanggal 24 – 28 Agustus 2011, Cuaca cerah – berawan, angin sedang dari selatan, gunung kadang tertutup kabut, saat gunung jelas teramati asap kawah putih sedang dengan tinggi antara 50 – 150 m di atas puncak. Tanggal 29 Agustus – 2 September 2011, Cuaca cerah – berawan, angin sedang dari selatan, gunung kadang tertutup kabut, saat gunung jelas teramati asap kawah putih sedang dengan tinggi antara 50 – 100 m di atas puncak Tanggal 3 – 7 September 2011, Cuaca cerah – berawan, angin sedang dari selatan, gunung kadang tertutup kabut, saat gunung jelas teramati asap kawah putih sedang dengan tinggi antara 50 – 100 m di atas puncak. IV. ANCAMAN BAHAYA: Menurut catatan sejarah aktivitas letusan Soputan umumnya bersifat eksplosif dengan pusat kegiatan di puncak. Tercatat beberapa kejadian aliran lava, awan panas, dan pertumbuhan kubah lava. Pada saat ini Soputan memiliki endapan abu di lereng sebelah Timur dan Tenggara, apabila terjadi hujan lebat akan mengakibatkan aliran lahar diantaranya ke arah bantaran S. Popang, S. Kawangkowan, S. Lowian S. Pinamangkolan, S. Ranowangko, S. Pontu, Royongan Saluwangko, Royongan Walewangko, Kuala Kaluya, dan Kuala Palaus. Potensi bahaya lainnya adalah guguran lava yang masih sering terjadi di sekitar tubuh gunungapi, umumnya guguran lava terjadi di bagian Utara G. Soputan. Yang harus diwaspadai selanjutnya adalah jika terjadi guguran kubah lava yang diikuti awan panas guguran ke arah Silian, karena bukaan kawahnya menuju ke daerah tersebut. V. KESIMPULAN: Berdasarkan hasil analisis pemantauan secara visual dan kegempaan, Kegiatan vulkanik G. Soputan menunjukkan penurunan aktivitas yang signifikan baik frekuensi maupun intensitas gempa vulkanik, guguran, dan letusan, maka tingkat kegiatan G. Soputan diturunkan dari SIAGA (Level III) menjadi Waspada (Level II) terhitung mulai tanggal 8 September 2011 pukul 16.00 WITA. G. Soputan saat ini sedang dalam proses mencapai kesetimbangan baru, oleh karena itu guguran kubah lava kemungkinan masih akan terjadi, namun tidak berbahaya dan kecil risikonya untuk terjadi bencana. Jika terjadi perubahan penurunan/peningkatan aktivitas G. Soputan secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat diturunkan/dinaikkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya. Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan G. Soputan, serta pemahaman akan aktivitas G. Soputan harus tetap dilakukan secara intensif melalui kegiatan sosialisasi tentang ancaman bahaya letusan G. Soputan. V. REKOMONDASI: Dalam status Waspada G. Soputan, kami rekomendasikan sebagai berikut ; Masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati dan melakukan aktifitas pada radius 4 km dari Puncak G. Soputan. Jika terjadi hujan lebat dan berlangsung lama di Puncak G. Soputan agar masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran S. Popang, S. Kawangkowan, S. Lowian S. Pinamangkolan, S. Ranowangko, S. Pontu, Royongan Saluwangko, Royongan Walewangko, Kuala Kaluya, dan Kuala Palaus agar mewaspadai kemungkinan terjadinya bahaya lahar. Masyarakat agar tetap tenang dalam menghadapi peningkatan kegiatan G. Soputan dan tetap berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara, PEMDA setempat, Satlak setempat atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos PGA G. Soputan di Desa Maliku, Kecamatan Amurang Timur. Pemerintah Daerah perlu melakukan penyuluhan bahaya gunungapi secara intensif karena intensitas guguran lava masih berlangsung.
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : BPBD Sulawesi Utara, PEMDA setempat, Satlak setempat atau PVMBG, Pos PGA G. Soputan di Desa Maliku, Kecamatan Amurang Timur.
Sumber : ICTD-AP, PVMBG
Kode Bencana : BIV/AV.8911


BENCANA: Peringatan Dini G.Soputan sejak 14/8/2011 (Siaga Level III)
#GEOGRAFIS: 01°06' 30” LUdan 124°44’ 00” BT. #WILAYAH :Kab.Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara
#AKTIVITAS :A.3 Juli 201, diawali dengan erupsi strombolian diikuti dengan erupsi vulkanian disertai luncuran awan panas,kolom letusan mencapai maksimal 5 km dari atas puncak.B.Pada 14 Agustus 2011, pukul 07.55 WITA terjadi letusan dengan kolom asap berwarna putih kelabu setinggi 1000 m dari atas puncak.Letusan kembali terjadi pada pukul 09.27 WITA dengan tinggi kolom asap sekitar 1250 m. Letusan ini terus berlangsung hingga pukul 13.35 WITA, kolom asap berwarna putih kelabu setinggi 1250 m condong ke arah Barat.#POTENSI BAHAYA :1.Pertumbuhan kubah lava dimulai sejak tahun 1991, hingga meluber keluar dari bibir kawah menyebabkan sering terjadi guguran lava, dengan jarak luncur sekitar 2 hingga 6.5 km dari puncak ke arah Barat, sedangkan penduduk terdekat berjarak 8 km dari puncak.2.saat musim penghujan dapat terjadi pembentukan uap dari air hujan oleh kubah lava yang masih panas, sehingga terjadi letusan sekunder, berupa letusan Freatik (letusan uap) yang dapat memicu guguran kubah lava dan awan panas guguran.#ANCAMAN :I.Ancaman bahaya letusan gunungapi Soputan bagi penduduk relatif kecil, karena permukiman dan aktivitas penduduk terdekat berjarak 8 km dari puncak. Tercatat pada Juni 2008, terjadi luncuran awan panas mencapai 6.5 km dari puncak.II.Ancaman terbesar di daerah perkemahan (Camping Ground) di lereng timurlaut berjarak sekitar 3 sampai 4 km dari puncak G. Soputan.III. saat ini Soputan memiliki endapan abu di lereng sebelah Timur dan Tenggara, apabila terjadi hujan lebat akan mengakibatkan aliran lahar diantaranya ke arah bantaran S. Popang, S. Kawangkowan, S. Lowian S. Pinamangkolan, S. Ranowangko, S. Pontu, Royongan Saluwangko, Royongan Walewangko, Kuala Kaluya, dan Kuala Palaus. IV.Guguran lava yang masih sering terjadi di sekitar tubuh gunungapi, umumnya guguran terjadi di bagian Utara. Yang harus diwaspadai selanjutnya adalah jika terjadi guguran kubah lava yang diikuti awan panas guguran ke arah Silian, karena bukaan kawahnya menuju ke daerah tersebut. #REKOMONDASI :1.Masyarakat agar tidak beraktivitas pada radius sekitar 6 km dari puncak G. Soputan, guna menghindari ancaman guguran lava dan awan panas guguran.2.Untuk masyarakat yang bermukim di luar radius 6.5 km dari puncak G. Soputan tidak perlu dilakukan pengungsian.3.Dilarang melakukan pendakian ke puncak dan tidak melakukan aktivitas pada dan sekitar camping ground.4.Mewaspadai terjadinya ancaman banjir lahar, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan,seperti S. Ranowangko, S. pentu, S. Lawian dan S. Popang.
5.Jika terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan.6.Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara hendaknya ensosialisaikan rekomendasi ini kepada masyarakat di sekitar G. Soputan.7.Masyarakat di sekitar G. Soputan diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu letusan G. Soputan.Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara tentang aktivitas G. Soputan. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.8.Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Soputan atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.9.Untuk Informasi dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat).
#SUMBER : Rekomondasi PVMBG :Peningkatan Status G. Soputan dari WASPADA (Level II) menjadi SIAGA (Level III) tanggal 14 Agustus 2011 pukul 15.00 WITA : http://goo.gl/Igfva
Credibility: UP DOWN 0


Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
Captcha