Detail Informasi
Status Siaga Ijen Sempat diturunkan statusnya dan dinaikka kembali. Sejak 24 Juli 2012, gunung setinggi 2.368 meter itu berstatus SIAGA
Update WARNING : 22/11/2012: SIAGA G. Ijen: Musim Hujan Potensi Semburkan Gas Beracun
| Bencana : | WARNING: 22/11/2012: |
| Tanggal : | 22/11/2012 |
| Posisi : | Gunung Api Ijen: Latlong: -8.0583205, 114.2427648 |
| Wilayah : | Bondowoso |
| Korban : | Tidak Ada |
| Pengungsi : | Tidak Ada |
| Kerusakan : | Tidak Ada |
| Kebutuhan : | Sosialisasi: TEMPO.CO , Jakarta: Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen mengeluarkan peringatan kepada wisatawan dan penambang belerang akan potensi keluarnya gas beracun dari Gunung Ijen pada musim penghujan. Kepala PPGA Ijen, Bambang Heri Purwanto, mengatakan keluarnya gas beracun karena dipicu adanya perbedaan suhu yang sangat ekstrim antara di dalam kawah dengan suhu di luarnya saat musim penghujan. Saat musim penghujan, dia menjelaskan, suhu di luar kawah mencapai sekitar 18-21 derajat Celcius. Sementara suhu di dalam kawah, saat pemantauan terakhir petugas, berada di titik 35 derajat Celcius. Perbedaan suhu ini kemudian memicu proses konveksi atau perpindahan molekul-molekul material dari air kawah yang mengandung CO dan CO2. "Gas tersebut bisa mematikan manusia," kata Bambang kepada wartawan, Rabu, 21 November 2012. Musim penghujan diprediksi datang di Desember dan mencapai puncaknya pada Februari 2013. Intensitas keluarnya gas beracun itu diperkirakan semakin tinggi karena saat ini aktivitas vulkanik Gunung Ijen belum normal. Sejak 24 Juli 2012, gunung setinggi 2.368 meter itu berstatus Siaga. Radius 1,5 kilometer dari kawah direkomendasikan harus steril dari aktivitas manusia. Namun, kenyataanya, masih ada ratusan penambang belerang dan wisatawan yang masih nekad mendaki gunung. Untuk mencegah kejadiaan terburuk, Bambang meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah melakukan sosialisasi atau memasang papan peringatan supaya tidak ada orang yang mendekat ke kawah. Kepala BPBD Banyuwangi, Achmad Wiyono, berjanji akan melakukan sosialisasi dan memasang papan peringatan. "Tapi saya belum bisa pastikan kapan akan memasang papan peringatan karena baru menerima informasinya," kata dia. |
| Penanganan : | meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah melakukan sosialisasi atau memasang papan peringatan supaya tidak ada orang yang mendekat ke kawah |
| Akses Komunikasi : | Tidak ada data |
| Kontak Penting : | Kepala PPGA Ijen, Bambang Heri Purwanto |
| Sumber : | ICTD-AP, Media |
Kode Bencana : | W221112 |
Catatan;
Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak gunung ijen, Jawa Timur, memiliki tinggi 2368 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5466 Hektar. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa timur. Kawah Ijen dilihat dari puncak gunung Ijen sangat mengagumkan. Suasananya menyenangkan untuk di rasakan baik pemandangan alamnya maupun suasana alam membuat para pencinta alam menjadi tertarik untuk menjelajahi gunung Ijen ini. Di samping sebagai tempat rekreasi yang terindah di kawasan Banyuwangi, kawasan gunung Ijen sering dijadikan anak-anak muda sebagai tempat berkemah yang cocok. Kawah Ijen merupakan danau yang besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang sangat memesona
_________________________________________________
Sumber:
http://m.tempo.co/read/news/2012/11/22/203443299/Gunung-Ijen-Berpotensi-Semburkan-Gas-Beracun
http://www.trackpacking.com/destinations/kawah-ijen
________________________________________________
Evaluasi aktifitas G. Ijen Maret 2012
Hasil pengamatan Gunungapi Ijen di Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sebagai berikut :
I. Pendahuluan
Gunungapi Ijen (G. Ijen) merupakan gunungapi aktif yang memiliki danau kawah di puncak, dengan panjang dan lebar danau masing-masing sebesar 800 m dan 700 m serta kedalaman danau mencapai 180 m. Secara geografis G. Ijen berada pada posisi 8º 03’ 30” LS dan 114º 14’ 30” BT dengan tinggi puncaknya 2386 meter dari permukaan laut. Secara administratif terletak di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Erupsi G. Ijen yang tercatat dalam sejarah adalah berupa letusan-letusan freatik yang bersumber dari danau kawah. Erupsi freatik terakhir terjadi pada tahun 1993 menghasilkan tinggi kolom asap berwarna hitam yang mencapai ketinggian 1000 m.
Sejak 12 Maret 2012 pukul 00:00 WIB status kegiatan G. Ijen dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).
II. Visual
Hasil pengamatan visual terhadap kawah menunjukkan hasil sebagai berikut :
Tanggal 3 Maret 2012 hasil pemeriksaan kawah menunjukkan warna air danau kawah tampak hijau muda. Teramati adanya bualan pada sisi sebelah utara dan di sekitar DAM. Asap solfatara tampak putih tebal dengan tekanan sedang – kuat. Bau gas belerang tercium sedang. Tumbuhan di sekitar kawah masih nampak subur. Suhu air danau kawah di permukaan 28oC, sedangkan suhu pada kedalaman 5 meter terukur 42.7oC.
Tanggal 10 Maret 2012 melaui CCTV teramati adanya bualan air danau kawah dengan diameter sekitar 10 meter.
Tanggal 17 Maret 2012, hasil pemeriksaan kawah menunjukkan warna air danau kawah hijau muda keputihan. Tidak teramati adanya bualan. Asap solfatara tampak putih tebal dengan tekanan sedang. Bau gas belerang tercium sedang. Tumbuhan di sekitar kawah masih tampak subur. Suhu air danau kawah di permukaan 45.1oC, sedangkan suhu pada kedalaman 5 meter terukur 44.7oC.
fotoijen1
Kawah Ijen 3 Maret 2012
fotoijen2
Kawah Ijen 17 Maret 2012
III. Kegempaan
Hasil pemantauan kegempaan hingga tanggal 21 Maret 2012 adalah sebagai berikut:
Peningkatan aktivitas kegempaan G. Ijen sejak awal Maret 2012 ditandai oleh peningkatan gempa vulkanik yang diikuti oleh Tremor Harmonik, dengan rincian :
- Tanggal 1 – 7 Maret 2012 terekam 70 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 7 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 52 kali Gempa Hembusan, 105 kali Gempa Tremor Harmonik, dan terekam Tremor menerus dengan amplituda 0.5 – 6 mm.
- Tanggal 8 – 14 Maret 2012, terekam 124 Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 6 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 42 kali Gempa Hembusan, 304 kali Gempa Tremor Harmonik, dan terekam Tremor menerus dengan amplituda 0.5 – 5 mm.
- Tanggal 15 – 21 Maret 2012, terekam 153 Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 39 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 62 kali Gempa Hembusan, 26 kali Gempa Tremor Harmonik, dan terekam Tremor menerus dengan amplituda 1 – 6 mm.
Energi kumulatif gempa vulkanik menunjukkan kecenderungan meningkat sejak tanggal 1 Maret 2012. Energi tremor menunjukkan peningkatan sejak akhir Februari 2012 hingga tanggal 12 Maret 2012 dan masih terus terekam hingga tanggal 21 Maret 2012.
Penentuan sumber Gempa Vulkanik Dangkal (VB) menunjukkan sumber gempa berada pada kedalaman 0.5 – 3 km di bawah kawah, sedangkan sumber gempa tremor berada pada kedalaman sekitar 210 – 480 m.
fotoijen3
IV. Deformasi (Tilting)
Pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter, data dari lapangan dikirim dengan sistem radio telemetri dan data direkam di pos Pengamtan G Ijen. Tiltmeter dipasang sejak 10 Januari 2012 dan menghasilkan data sebagai berikut :
Tanggal 18 - 31 Januari 2012, tiltmeter nilai komponen sumbu X (tangensial) secara perlahan mengalami peningkatan hingga 31 Januari 2012,
Selama bulan Februari 2012, tilmeter komponen sumbu X dan Y cenderung stabil.
Tanggal 1 – 16 Maret 2012, komponen sumbu Y (Radial) tampak mengalami peningkatan, sedangkan komponen sumbu X (Tangensial) tampak mengalami penurunan.
Tanggal 17 – 21 Maret 2012, tilmeter komponen sumbu X dan Y cenderung stabil.
V. Geokimia
Temperatur air danau di permukaan meningkat dari 28,8oC pada 3 Maret 2012 menjadi 45,1oC pada tanggal 17 Maret 2012. Temperatur air danau pada kedalaman 5 meter juga meningkat dari 42.7oC pada tanggal 3 Maret 2012 menjadi 44.7oC pada tanggal 17 Maret 2012 (Grafik 1 dan Grafik 5)
Hasil pemeriksaan kimia air danau kawah dari tanggal 10 Januari – 17 Maret 2012 menunjukkan peningkatan dalam kandungan kimia air danau kawah. Kandungan CO2 meningkat cukup signifikan terutama sejak 5 Februari 2012 hingga 17 Maret
2012. Secara umum meningkatnya kandungan CO2 dalam air danau kawah mengindikasikan adanya suplai fluida/gas magmatik (Tabel 1, Grafik 6)
Pengukuran pH menunjukkan air danau kawah yang semakin asam dari 0,76 pada pengukuran 10 Januari 2012 menjadi 0.18 pada pengukuran tanggal 17 Maret 2012 (Grafik 7)
fotoijen4
V. Potensi Bahaya
Potensi bahaya erupsi G. Ijen dalam Kawasan Rawan Bencana III adalah di sekitar danau kawah terlanda ancaman aliran gas racun, aliran awan panas, lumpur panas, aliran lava, hujan abu lebat dan lahar letusan yang dapat berupa air sangat asam.
Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan Bencana II adalah potensi terlanda aliran awan panas, lahar letusan bercampur air sangat asam, lahar hujan, hujan abu lebat, kemungkinan longsoran puing vulkanik dan lontaran batu pijar.
Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan bencana I adalah potensi terlanda aliran lahar hujan, kemungkinan perluasan awan panas atau lahar letusan, hujan abu lebat, kemungkinan dapat terkena lontaran batu pijar.
Potensi bahaya aktivitas G. Ijen saat ini adalah semburan lumpur di sekitar kawah, munculnya gas berbahaya bagi kehidupan di sekitar kawah, dan meluapnya air danau kawah yang besifat sangat asam. Air danau Kawah Ijen menjadi asam terutama akibat gas CO2, SO2 dan HCl. Konsentrasi Gas CO2 bila melebihi 10% volume dapat berakibat menbahayakan keselamatan manusia, sedangkan air asam sulfat dan bikarbonat akibat pelarutan gas CO2 dan SO2 maupun HCL di dalam air danau kawah membuat korosif logam dengan cepat, selain itu air sangat asam ini membahayakan kesehatan kulit.
VI. Kesimpulan
Gempa vulkanik G. Ijen mengalami peningkatan sejak awal Maret 2012 yang ditandai oleh meningkatnya jumlah gempa Vulkanik Dangkal dan Gempa Tremor .
Berdasarkan hasil pemeriksaan visual, temperatur, pH, dan kandungan kimia air Danau Kawah Ijen memberikan indikasi adanya suplai fluida/gas magmatik.
Dengan masih adanya suplai gas-gas magmatik tersebut maka tingkat aktivitas vulkanik G. Ijen hingga 21 Maret 2012 masih tinggi.
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental G. Ijen hingga tanggal 21 Maret 2012 maka status status kegiatan G. Ijen masih berada pada status Siaga (Level III).
Sehubungan dengan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melakukan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Ijen dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Status kegiatan G. Ijen akan diturunkan/dinaikkan jika terjadi penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik.
VII. Rekomendasi
Sehubungan dengan status kegiatan G. Ijen menjadi Siaga, maka direkomendasikan :
a. Masyarakat di sekitar G.Ijen dan pengunjung / wisatawan / pendaki / penambang agar tidak mendekat pada jarak/dalam radius 1.5 km dari kawah aktif yang ada di puncak G.Ijen.
b. Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar G. Ijen dalam Kawasan Rawan Bencana II agar selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat dan dapat mengikuti perkembangan kegiatan G. Ijen dari Pos Pengamatan G Ijen di Desa Tamansari, Kecamatan Licin.
c. Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Banyuputih yang berhulu di danau Kawah Ijen diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya luapan air danau kawah ijen apabila terjadi letusan G. Ijen.
d. Masyarakat di sekitar G. Ijen diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Ijen dan agar selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
e. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bondowoso serta BPBD Kabupaten Banyuwangi.
f. Agar BPBD Kab. Bondowoso, BPBD Kab. Banyuwangi dan BPBD Kab. Situbondo senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Ijen di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung
Dokumen Unduh: unduh laporan lengkap
http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=263:evaluasi-aktifitas-g-ijen&catid=35:aktifitas-terkini-gai
___________________________________
PERINGATAN DINI 12/3/2012: Peningkatan Kegiatan G. Ijen dari Waspada menjadi Siaga
Peningkatan Kegiatan G. Ijen dari Waspada menjadi Siaga Tanggal 12 Maret 2012, pukul. 00.00 WIB.
Hasil pengamatan Gunungapi Ijen di Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sebagai berikut :
I. Pendahuluan
Gunungapi Ijen (G. Ijen) merupakan gunungapi aktif yang memiliki danau kawah di puncak, dengan panjang dan lebar danau masing-masing sebesar 800 m dan 700 m serta kedalaman danau mencapai 180 m. Secara geografis G. Ijen berada pada posisi 8º 03’ 30” LS dan 114º 14’ 30” BT dengan tinggi puncaknya 2386 meter dari permukaan laut. Secara administratif terletak di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Erupsi G. Ijen yang tercatat dalam sejarah adalah berupa letusan-letusan freatik yang bersumber dari danau kawah. Erupsi freatik terakhir terjadi pada tahun 1993 menghasilkan tinggi kolom asap berwarna hitam yang mencapai ketinggian 1000 m.
Sejak 18 Desember 2011 pukul 04:00 WIB status kegiatan G. Ijen dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) dan Tanggal 8 Februari 2012 status kegiatan G. Ijen diturunkan dari Siaga menjadi Waspada.
Dokumen Unduh:
http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=259:peningkatan-kegiatan-g-ijen-dari-waspada-menjadi-siaga-&catid=34:info-gunungapi&Itemid=66
___________________________________
PERINGATAN DINI: 8/2/2012: Penurunan Status G. Ijen dari SIAGA menjadi WASPADA
Lokasi : G.Ijen.Jatim
Tanggal : Feb 8 2012
Jam : 15:31 | WIB
Peringatan
Detail Informasi
Penurunan Status G. Ijen dari SIAGA menjadi WASPADA, 8 Februari 2012
Hasil pengamatan Gunungapi Ijen di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sebagai berikut :
I. Pendahuluan
Gunungapi Ijen (G. Ijen) merupakan gunungapi aktif yang memiliki danau kawah di puncak, dengan panjang dan lebar danau masing-masing sebesar 800 m dan 700 m serta kedalaman danau mencapai 180 m. Secara geografis G. Ijen berada pada posisi 8º 03’ 30” LS dan 114º 14’ 30” BT dengan tinggi puncaknya 2386 meter dari permukaan laut. Secara administratif terletak di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Erupsi G. Ijen yang tercatat dalam sejarah adalah berupa letusan-letusan freatik yang bersumber dari danau kawah. Erupsi freatik terakhir terjadi pada tahun 1993 menghasilkan kolom asap berwarna hitam yang mencapai ketinggian 1000 m.
Sejak 18 Desember 2011 pukul 04:00 WIB status kegiatan G. Ijen dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III).
II. Visual
Pemantauan visual dilakukan dari Pos PGA G. Ijen di Licin dan langsung di sekitar kawah Ijen. Hasil pemantauan 1 Januari hingga 8 Februari 2012, pukul 06.00 WIB, sebagai berikut :
Periode 1 - 7 Januari 2012, teramati cuaca cerah hingga mendung, angin tenang, suhu udara 21° - 23°C, saat cerah teramati hembusan asap putih tipis hingga putih tebal tinggi 100 – 300 m di atas puncak.
Periode 8 – 14 Januari 2012, teramati cuaca cerah hingga mendung, angin tenang, suhu udara 19° - 23°C, saat cerah teramati hembusan asap putih tipis hingga putih tebal tinggi 50 – 300 m di atas puncak.
Periode 15 – 21 Januari 2012, teramati cuaca cerah hingga mendung, angin tenang, suhu udara 21° - 23°C, saat cerah teramati hembusan asap putih tipis hingga putih sedang tinggi 100 – 300 m di atas puncak.
Periode 22 – 31 Januari 2012, teramati cuaca cerah hingga mendung, angin tenang, suhu udara 21° - 23°C, saat cerah teramati hembusan asap putih sedang tinggi 100 – 200 m di atas puncak.
Periode 1 – 8 Februari 2012, pukul 06.00 WIB, teramati cuaca cerah hingga mendung, angin tenang, suhu udara 21° - 22°C, saat cerah teramati hembusan asap putih tipis, tekanan lemah tinggi 100 – 200 m di atas puncak.
Visual Danau Kawah
Pemantauan visual danau Kawah Ijen dilakukan tanggal 22 Januari 2012, 2 Februari 2012 dan 5 Februari 2012 dengan membawa peralatan pendeteksi gas (drager Multiwarm), thermocouple, masker.
Tanggal 22 Januari 2012, teramati asap solfatara berwarna putih tipis sampai tebal tinggi lk. 400 meter condong ke selatan - barat dengan tekanan lemah sampai sedang, bau belerang tercium sedang. Pada pukul 7.40 WIB pada jarak lk. 10 m dari tempat pengukuran suhu air terjadi bualan dengan durasi 44 menit, mengeluarkan bau yang menyengat, hasil pengukuran suhu air danau kawah 16.80 C dan pH 2.4, gelembung-gelembung kecil tampak di permukaan, bualan pada bagian tepi danau kawah tampak tersebar belerang merica di permukaannya, teramati juga bekas longsoran di beberapa dinding kawah.
Tanggal 2 Februari 2012, teramati di sekitar Dam adanya bualan-bualan kecil di pinggir danau kawah sebelah utara, pada pukul 09:10 WIB pada jarak lk. 10 m dari tempat pengukuran suhu air kawah, terjadi bualan dengan durasi 60 detik, mengeluarkan bau menyengat, hasil pengukuran suhu permukaan air danau kawah 19.30 C, dan pH 2.2.
Tangal 5 Februari 2012, teramati cuaca cerah, angin bertiup sedang dari utara-timurlaut pengamatan dilakukan di lokasi sublimasi belerang, terlihat endapan belerang cukup banyak dan sebagian terbakar, tercium tajam gas belerang. Pengukuran suhu air danau permukaan 19,4 0C pada suhu udara 18,2 0C. Suhu solfatara terukur 247 0C. Unsur-unsur kimia seperti H2S, CO2, CO tidak terdeteksi (0). Solfatara kawah Ijen dipenuhi belerang berwarna kuning keemasan, asap tebal dan berbau belerang sangat tajam
III. Suhu Air Danau Kawah Ijen
Pengukuran suhu air danau dilakukan dilokasi Dam, lokasi ini merupakan daerah tempat limpahan air danau, sehingga volume air danau tidak akan berlebih, hal ini berguna untuk mengurangi tingkat bahaya letusan G. Ijen. Pengukuran suhu air danau telah beberapa kali dilakukan dan yang terakhir pada 2 Februari 2012 dengan suhu air danau terukur 19,3 0C, pada suhu udara 160C dan pH 2,2. Pada 5 Februari 2012 suhu udara 18,2 0C terukur suhu permukaan air danau 19,4 0C. terjadi perubahan suhu air danau kawah sejak tanggal 20 Januari 2012 dari 42 0C pada tanggal 2 Februari 2012 menjadi 37 0C. Perubahan suhu air danau pada kedalaman sekitar 5 meter di bawah permukaan air danau dapat dilihat pada grafik.
IV. Kegempaan
Kegempaan di G. Ijen didominasi oleh Gempa Tremor, Gempa Hembusan, Gempa Vulkanik dan Gempa Tektonik. Seperti diuraikan di bawah ini :
Periode 1 – 7 Januari 2012, terekam Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 0.5 – 5 mm. 304 kali Gempa Tremor Harmonik dengan amplituda maksimum 5 - 46 mm dan lama gempa 173 - 1220 detik. 16 kali Gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 39 mm dan lama gempa 18 detik. 4 kali Gempa Longsoran dengan amplituda maksimum 34 mm dan lama gempa 12 detik. 40 kali gempa Low Frekuensi (LF) dengan amlituda maksimum 5 mm dan lama gempa 12 detik. 74 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 5 - 10 mm dan lama gempa 8 - 10 detik. 21 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 4 mm, sp 1-2 detik dan lama gempa 10 detik. 3 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplituda maksimum 46 mm, s-p 4 detik dan lama gempa 19 detik. 18 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 40 - 46 mm dan lama gempa 40 - 220 detik.
Periode 8 – 14 Januari 2012, terekam Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 0.5 – 5 mm. 36 kali Gempa Tremor Harmonik dengan amplituda maksimum 5 - 46 mm dan lama gempa 173 - 1220 detik. 39 kali Gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 39 mm dan lama gempa 18 detik. 5 kali Gempa Longsoran dengan amplituda maksimum 34 mm dan lama gempa 12 detik. 40 kali gempa Low Frekuensi (LF) dengan amlituda maksimum 5 mm dan lama gempa 12 detik. 97 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 5 - 10 mm dan lama gempa 8 - 10 detik. 15 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 4 mm, sp 1-2 detik dan lama gempa 10 detik. 3 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplituda maksimum 46 mm, s-p 4 detik dan lama gempa 19 detik. 23 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 40 - 46 mm dan lama gempa 40 - 220 detik.
Periode 15 – 21 Januari 2012, terekam Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 0.5 – 6 mm. 39 kali Gempa Tremor Harmonik dengan amplituda maksimum 5 - 46 mm dan lama gempa 173 - 1220 detik. 52 kali Gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 39 mm dan lama gempa 18 detik. 2 kali Gempa Longsoran dengan amplituda maksimum 34 mm dan lama gempa 12 detik. 9 kali gempa Low Frekuensi (LF) dengan amlituda maksimum 5 mm dan lama gempa 12 detik. 68 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 5 - 10 mm dan lama gempa 8 - 10 detik. 16 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 4 mm, sp 1-2 detik dan lama gempa 10 detik. 1 (satu) kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplituda maksimum 46 mm, s-p 4 detik dan lama gempa 19 detik. 31 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 40 - 46 mm dan lama gempa 40 - 220 detik.
Periode 22 – 31 Januari 2012, terekam Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 0.5 – 7 mm. 56 kali Gempa Tremor Harmonik dengan amplituda maksimum 5 - 46 mm dan lama gempa 173 - 1220 detik. 31 kali Gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 39 mm dan lama gempa 18 detik. 1 (satu) kali gempa Low Frekuensi (LF) dengan amlituda maksimum 5 mm dan lama gempa 12 detik. 103 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 5 - 10 mm dan lama gempa 8 - 10 detik. 12 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 4 mm, sp 1-2 detik dan lama gempa 10 detik. 1 (satu) kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplituda maksimum 46 mm, s-p 4 detik dan lama gempa 19 detik. 37 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 40 - 46 mm dan lama gempa 40 - 220 detik.
Periode 1 – 8 Februari 2012, pukul 06.00 WIB, terekam Gempa Tremor menerus dengan amplituda maksimum 0.5 – 5 mm. 21 kali Gempa Tremor Harmonik dengan amplituda maksimum 4 - 5 mm dan lama gempa 58 - 72 detik. 13 kali Gempa Hembusan dengan amplituda maksimum 15 - 39 mm dan lama gempa 16 - 18 detik. 8 kali Gempa Longsoran dengan amplituda maksimum 32 - 34 mm dan lama gempa 12 - 35 detik. 3 kali gempa Low Frekuensi (LF) dengan amlituda maksimum 5 mm dan lama gempa 12 detik. 102 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dengan amplituda maksimum 5 - 10 mm dan lama gempa 8 - 10 detik. 8 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 4 – 6 mm, sp 0.5 – 1.5 detik dan lama gempa 10 - 17 detik. 5 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplituda maksimum 46 mm, s-p 4 detik dan lama gempa 19 detik. 29 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 40 - 46 mm dan lama gempa 40 - 220 detik.
V. Deformasi (tilting)
Tiltmeter sistem telemetri dipasang pada 10 Januari 2012, data yang terekam pada awalnya belum stabil hingga 15 Januari 2012, namun sejak 16 Januari 2012, data tilt untuk komponen radial dan tangensial mulai stabil.
Sejak 18 Januari 2012, tiltmeter nilai komponen sumbu X secara perlahan mengalami peningkatan hingga 31 Januari 2012, dan setelah itu komponen sumbu X cenderung stabil, sementara sumbu Y sejak pengukuran tidak menunjukkan terjadi deformasi.
VI. Potensi Bahaya
Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan Bencana III adalah di sekitar danau kawah terlanda ancaman aliran gas racun, aliran awan panas, lumpur panas, aliran lava, hujan abu lebat dan lahar letusan.
Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan Bencana II adalah potensi terlanda aliran awan panas, lahar letusan, lahar hujan, hujan abu lebat, kemungkinan longsoran puing vulkanik dan lontaran batu pijar.
Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan bencana I adalah potensi terlanda aliran lahar hujan, kemungkinan perluasan awan panas atau lahar letusan, hujan abu lebat, kemungkinan dapat terkena lontaran batu pijar.
Potensi bahaya aktivitas G. Ijen saat ini adalah semburan lumpur di sekitar kawah, munculnya gas di sekitar kawah, dan meluapnya air danau kawah.
VII. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan serta analisis data tersebut maka terhitung tanggal 8 Februari 2012 pukul 13:00 WIB status kegiatan G. Ijen diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II).
Sehubungan dengan penurunan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi tetap melakukan pemantauan guna melakukan evaluasi kegiatan G. Ijen dan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Status kegiatan G. Ijen akan diturunkan/dinaikkan jika terjadi penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik.
VIII. Rekomendasi
Sehubungan dengan status kegiatan G. Ijen Waspada, maka direkomendasikan :
a. Masyarakat di sekitar G.Ijen dan pengunjung / wisatawan / pendaki / penambang tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak G.Ijen dalam radius 1 km dari kawah aktif.
b. Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar G. Ijen dalam KRB II untuk selalu waspada dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan G. Ijen yang dikeluarkan oleh BPBD setempat.
c. Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Banyuputih yang berhulu di danau Kawah Ijen diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya luapan air danau kawah ijen apabila terjadi letusan G. Ijen.
d. Masyarakat di sekitar G. Ijen diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Ijen dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat.
e. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bondowoso serta BPBD Kabupaten Banyuwangi.
f. Agar BPBD Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Ijen di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
_____________________________________
PERINGATAN DINI: 18/12/2011: SIAGA GUNUNG IJEN Wily. Kab.Bondowoso dan Kab.Banyuwangi, Prov.Jatim
Lokasi : G.Ijen.Jatim
Tanggal : Dec 18 2011
Jam : 07:31 | WIB
*Peringatan
Detail Informasi
Peningkatan Status Aktivitas G. Ijen dari WASPADA menjadi SIAGA, 18 Desember 2011>
Kebutuhan: Sosialisasi.
Hasil pengamatan Gunungapi Ijen sebagai berikut : I. Pendahuluan: Gunungapi Ijen (G. Ijen) merupakan gunungapi aktif yang memiliki danau kawah di puncak, dengan panjang dan lebar danau masing-masing sebesar 800 m dan 700 m serta kedalaman danau mencapai 180 m. Secara geografis G. Ijen berada pada posisi 8º 03’ 30” LS dan 114º 14’ 30” BT dengan tinggi puncaknya 2386 meter dari permukaan laut. Secara administratif terletak di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Erupsi G. Ijen yang tercatat dalam sejarah adalah berupa letusan-letusan freatik yang bersumber dari danau kawah. Erupsi freatik terakhir terjadi pada tahun 1993 menghasilkan tinggi kolom asap berwarna hitam yang mencapai ketinggian 1000 m.
Sejak 15 Desember 2011 kegiatan G. Ijen mengalami peningkatan status dari Normal (Level I) menjadi WASPADA (Level II) didasarkan pada peningkatan aktifitas kegempaannya. II. Visual: - Tanggal 1 – 31 Oktober 2011, teramati secara umum hembusan asap berwarna putih tipis – putih sedang, tekanan lemah, tinggi 50 – 100 meter di atas puncak, warna air danau kawah hijau muda keputihan, belerang merica berkelompok ditengah dan di tepian danau, bualan air danau terlihat ditengah danau dengan diameter 5 meter, suhu air danau kawah 30.6 – 31.2 C, pH 0.6 - 0.8, tumbuhan di sekitar kawah masih nampak subur. - Tanggal 1 – 30 November 2011, teramati secara umum hembusan asap berwarna putih tipis – putih sedang, tekanan lemah, tinggi 50 – 150 meter di atas puncak, warna air danau kawah hijau muda keputihan, belerang merica berkelompok di tengah dan di tepian danau, bualan air danau terlihat ditengah danau dengan diameter 5 meter, suhu air danau kawah 26.0 – 31.6 C, pH 0.79 - 0.87, tumbuhan di sekitar kawah masih nampak subur. - Tanggal 1 – 14 Desember 2011, teramati hembusan asap berwarna putih kecoklatan, tekanan lemah, tinggi 50 - 200 meter di atas puncak. Suhu air danau kawah pada tanggal 8 Desember 2011 sebesar 26,8C dan pada tanggal 14 desember 2011 sebesar 34,2C. Hasil pengamatan visual danau kawah tanggal 17 Desember 2011 menunjukkan warna danau telah berubah dari hijau muda keputihan menjadi putih. Bau gas belerang di sekitar kawah sudah semakin menyengat dan pengukuran suhu air danau kawah menjadi sulit dilakukan tanpa menggunakan masker. III. Kegempaan: Jenis kegempaan yang terekam dari tanggal 15 Desember – 17 Desember 2011 adalah sebagai berikut : - Tanggal 1 – 31 Oktober 2011, terekam Tremor vulkanik menerus dengan amplituda maksimum 0.5 - 6 mm, 280 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 79 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 30 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 92 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). - Tanggal 1 – 30 November 2011, terekam Tremor Vulkanik menerus dengan amplituda maksimum 0.5 - 6 mm, 289 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 99 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 5 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 57 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). - Tanggal 1 – 14 Desember 2011, terekam 4 kali Hembusan, Tremor menerus dengan amplituda maksimum 0.5 - 6 mm, 31 kali Tremor Harmonik dengan amplituda maksimum 7 – 46 mm dan lama gempa 74 – 1840 detik, 141 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 43 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 6 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 34 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). - Tanggal 15 Desember 2011, terekam Tremor menerus dengan amplituda maksimum 0.5 - 5 mm, 4 kali Tremor Harmonik, 27 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 2 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 2 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). - Tanggal 16 Desember 2011, terekam Tremor menerus dengan amplituda maksimum 0.5 - 5 mm, 3 kali Tremor Harmonik, 37 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 4 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 3 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). - Tanggal 17 Desember 2011 pukul 00.00 – 18.00, terekam 1 kali Hembusan, Tremor menerus dengan amplituda maksimum 0.5 - 6 mm, 1 kali Tremor Harmonik, 75 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 38 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 1 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 3 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). IV. Evaluasi: Sejak bulan Oktober – 14 Desember 2011 peningkatan aktivitas vulkanik G. Ijen ditandai oleh peningkatan aktivitas vulkanik baik secara visual, jumlah per bulan Gempa Vulkanik Dalam (VA), Vulkanik Dangkal (VB) dan Gempa Tremor menerus. Sejak tanggal 5 - 14 Desember 2011 peningkatan aktivitas vulkanik diikuti juga oleh Gempa Tremor Harmonik yang menandakan aktivitas dekat permukaan di bawah danau kawah sudah semakin intensif. Dalam perioda tanggal 15 – 17 Desember 2011 telah terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan yang ditandai oleh lonjakan tajam jumlah Gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Vulkanik Dangkal serta diikuti juga oleh menguatnya gas SO2 di sekitar danau kawah G. Ijen. IV. Potensi Bahaya: Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan Bencana III adalah di sekitar danau kawah adalah terlanda ancaman aliran gas racun, aliran awan panas, lumpur panas, aliran lava, hujan abu lebat dan lahar letusan. Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan Bencana II adalah potensi terlanda aliran awan panas, lahar letusan, lahar hujan, hujan abu lebat, kemungkinan longsoran puing vulkanik dan lontaran batu pijar. Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan bencana I adalah potensi terlanda aliran lahar hujan, kemungkinan perluasan awan panas atau lahar letusan, hujan abu lebat, kemungkinan dapat terkena lontaran batu pijar. V. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan serta analisis data tersebut maka terhitung tanggal 18 Desember 2011 pukul 04:00 WIB status kegiatan G. Ijen dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III). Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Ijen dan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Status kegiatan G. Ijen akan diturunkan/dinaikkan jika terjadi penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik. VI. Rekomendasi: Sehubungan dengan status kegiatan G. Ijen Siaga, maka direkomendasikan : a. Masyarakat di sekitar G.Ijen dan pengunjung / wisatawan / pendaki / penambang tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak G.Ijen dalam radius 1,5 km dari kawah aktif.
b. Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar G. Ijen dalam KRB II untuk selalu waspada dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan G. Ijen yang dikeluarkan oleh BPBD setempat. c. Masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Banyuputih yang berhulu di danau Kawah Ijen diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kenungkinan terjadinya luapan air danau kawah ijen apabila terjadi letusan G. Ijen. d. Masyarakat di sekitar G. Ijen diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Ijen dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat. e. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bondowoso serta BPBD Kabupaten Banyuwangi. f. Agar BPBD Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Ijen di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
__________________________________________________
PERINGATAN DINI: 14/12/2011: WASPADA GUNUNG IJEN Wily. Kab.Bondowoso dan Kab.Banyuwangi, Prov.Jatim [ Edit Lokasi : G.Ijen.Jatim. Tanggal: Dec 15 2011. Jam : 20:13 | WIB
Detail Informasi
Bencana : Peringatan Dini WASPADA G. Ijen Kab.Bondowoso dan Kab.Banyuwangi, Prov.Jatim
Tanggal : 14 Desember 2011 pukul 23:00 WIB
Posisi : Kwah Ijen: -8.058, 114.242
Wilayah : Kab.Bondowoso dan Kab.Banyuwangi, Prov.Jatim
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Tidak Ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : BPBD Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, PVMBG: I. Pendahuluan: Gunungapi Ijen (G. Ijen) merupakan gunungapi aktif yang memiliki danau kawah di puncak, dengan panjang dan lebar danau masing-masing sebesar 800 m dan700 m serta kedalaman danau mencapai 180 m. Gunungapi ini terletak di kawasan Pegunungan Ijen Jawa Timur. Secara geografis G. Ijen berada pada posisi 8º 03’ 30” LS dan 114º 14’ 30” BT dengan tinggi puncaknya 2386 meter dari permukaan laut. Secara administratif terletak di dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Erupsi G. Ijen yang tercatat dalam sejarah adalah berupa letusan-letusan freatik yang bersumber dari danau kawah. Erupsi freatik terakhir terjadi pada tahun 1993 menghasilkan tinggi kolom asap berwarna hitam yang mencapai ketinggian 1000 m. Kegiatan G. Ijen umumnya dicirikan oleh hembusan asap kawah berwarna putih tipis, tekanan lemah dengan ketinggian berkisar antara 50 - 100 meter dari puncak. Berikut disampaikan evaluasi kegiatan G .Ijen dalam kurun waktu Oktober – 14 Desember 2011, sebagai berikut : II. Visual: - Tanggal 1 – 31 Oktober 2011, teramati secara umum hembusan asap berwarna putih tipis – putih sedang, tekanan lemah, tinggi 50 – 100 meter di atas puncak, warna air danau kawah hijau muda keputihan, belerang merica berkelompok ditengah dan di tepian danau, bualan air danau terlihat ditengah danau dengan diameter 5 meter, suhu air danau kawah 30.6 – 31.2 C, pH 0.6 - 0.8, tumbuhan disekitar kawah masih nampak subur. - Tanggal 1 – 30 November 2011, teramati secara umum hembusan asap berwarna putih tipis – putih sedang, tekanan lemah, tinggi 50 – 150 meter di atas puncak, warna air danau kawah hijau muda keputihan, belerang merica berkelompok ditengah dan di tepian danau, bualan air danau terlihat ditengah danau dengan diameter 5 meter, suhu air danau kawah 26.0 – 31.6 C, pH 0.79 - 0.87, tumbuhan di sekitar kawah masih nampak subur. - Tanggal 1 – 14 Desember 2011, teramati hembusan asap berwarna putih kecoklatan, tekanan lemah, tinggi 50 - 200 meter di atas puncak. Suhu air danau kawah pada tanggal 8 desember 2011 sebesar 26,8C dan pada tanggal 14 desember 2011 sebesar 34,2C. III. Kegempaan Jenis kegempaan yang terekam dari bulan Oktober – 14 Desember 2011 adalah sebagai berikut : - Tanggal 1 – 31 Oktober 2011, terekam Tremor vulkanik menerus dengan amplituda maksimum 0.5 - 6 mm, 280 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 79 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 30 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 92 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). - Tanggal 1 – 30 November 2011, terekam Tremor Vulkanik menerus dengan amplituda maksimum 0.5 - 6 mm, 289 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 99 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 5 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 57 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). - Tanggal 1 – 14 Desember 2011, terekam 3 kali Hembusan, Tremor menerus dengan amplituda maksimum 0.5 - 6 mm, 21 kali Tremor Harmonik dengan amplituda maksimum 7 – 46 mm dan lama gempa 64 – 1840 detik, 128 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 28 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 6 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), dan 30 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). IV. Evaluasi: Sejak bulan Oktober – 14 Desember 2011 peningkatan aktivitas vulkanik G. Ijen ditandai oleh peningkatan aktivitas vulkanik baik secara visual, jumlah per bulan Gempa Vulkanik Dalam (VA), Vulkanik Dangkal (VB) dan Gempa Tremor menerus. Sejak tanggal 5 - 14 Desember 2011 peningkatan aktivitas vulkanik diikuti juga oleh Gempa Tremor Harmonik. IV. Potensi Bahaya: Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan Bencana III adalah di sekitar danau kawah adalah terlanda ancaman aliran gas racun, aliran awan panas, lumpur panas, aliran lava, hujan abu lebat dan lahar letusan. Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan Bencana II adalah potensi terlanda aliran awan panas, lahar letusan, lahar hujan, hujan abu lebat, kemungkinan longsoran puing vulkanik dan lontaran batu pijar. Potensi bahaya erupsi G. Ijen pada Kawasan Rawan bencana I adalah potensi terlanda aliran lahar hujan, kemungkinan perluasan awan panas atau lahar letusan, hujan abu lebat, kemungkinan dapat terkena lontaran batu pijar. V. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, visual dan suhu air danau kawah serta analisis data tersebut maka terhitung tanggal 14 Desember 2011 pukul 23:00 WIB status kegiatan G.Ijen dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II). Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Ijen dan dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Status kegiatan G. Ijen akan diturunkan/dinaikkan jika terjadi penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik. VI. Rekomendasi: Sehubungan dengan status kegiatan G. Ijen Waspada, maka direkomendasikan : a. Masyarakat di sekitar G.Ijen dan pengujung / wisatawan / pendaki / penambang tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak G.Ijen dalam radius 1.5 km dari kawah aktif. b. Masyarakat di sekitar G. Ijen diharap tenang, tidak terpancing isyu-isyu tentang letusan G. Ijen dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat. c. Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar G. Ijen dalam KRB II untuk selalu waspada dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan G. Ijen yang dikeluarkan oleh BPBD setempat. d. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Bondowoso serta BPBD Kabupaten Banyuwangi. e. Agar BPBD Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Ijen di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Bnyuwangi atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : BPBD Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, Pos Pengamatan G. Ijen di Desa Tamansari, Kec.Licin, Kab.Banyuwangi, PVMBG.
Sumber : ICTD-AP, PVMBG
Kode Bencana : AV.141211
__________________________________________________
Sumber: http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=236:peningkatan-status-aktivitas-g-ijen-dari-waspada-menjadi-siaga-18-desember-2011&catid=48:status-gunungapi
http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=251:penurunan-status-g-ijen-dari-siaga-menjadi-waspada-8-februari-2012&catid=35:aktifitas-terkini-gai
News source link
| Credibility: |
 |
 |
0 |
|
Leave a Comment