Detail Informasi
Penurunan Status G.Tambora dari Waspada menjadi Normal, 9 April 2012
I. Pendahuluan
Gunungapi Tambora secara geografis terletak pada posisi 08°15,00’ LS dan 118°00,00 BT dengan ketinggian 2851 meter di atas permukaan laut (dpl).dan secara administrasi terletak di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat,
Kegiatan gunungapi Tambora yang tercatat dalam sejarah berupa letusan paroksimal Tambora tahun 1815, diawali dengan peristiwa gemuruh yang menggelegar, diikuti dengan lontaran hujan abu pada tanggal 5 April 1815. Letusan paroksimal terjadi pada tanggal 10 April 1815 dan berakhir pada tanggal 12 April 1815. Letusan ini diiringi halilintar sambung menyambung bagaikan ledakan bom atom, terdengar hingga ratusan kilometer jauhnya bahkan terdengar sampai di P. Bangka dan Bengkulu. Pada periode tahun 1847 – 1913 terjadi erupsi di bagian dalam kaldera yang menghasilkan leleran lava dan terbentuknya Kawah Doro Api Toi.
Berdasarkan hasil analisis data visual, kegempaan, maka sampai dengan tanggal 9 Oktober 2011, pukul 18.00 WITA, status kegiatan G. Tambora diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II). Berikut disampaikan pengamatan visual dan kegempaan, sebagai berikut:
II. Visual
Pemantauan secara visual terhadap Kawah/Puncak Tambora, sejak tanggal Januari 2012 hingga tanggal Maret 2012 sebagai berikut :
Januari 2012, cuaca umumnya mendung, angin sedang-kencang dari selatan dan barat, gunung tampak jelas, tidak teramati asap dari pos PGA. Pengamatan visual dari sekitar bibir kaldera tidak nampak perubahan yang signifikan di dalam kaldera Tambora dan sekitarnya. Tidak teramati asap putih tipis, keluar dari Doro Api Toi.
Februari 2012, cuaca umumnya mendung-cerah, angin sedang-kencang dari selatan dan barat, gunung tampak jelas, tidak teramati asap dari pos PGA. Pengamatan visual dari sekitar bibir kaldera tidak nampak perubahan yang signifikan di dalam kaldera Tambora dan sekitarnya. Tidak teramati asap putih tipis, keluar dari Doro Api Toi.
Maret 2012, cuaca umumnya cerah, angin sedang-kencang dari selatan, utara, dan barat, gunung tampak jelas, tidak teramati asap dari pos PGA. cuaca umumnyamendung, angin sedang-kencang dari selatan dan barat, gunung tampak jelas, tidak teramati asap dari pos PGA. Pengamatan visual dari sekitar bibir kaldera tidak nampak perubahan yang signifikan di dalam kaldera Tambora dan sekitarnya. Tidak teramati asap putih tipis, keluar dari Doro Api Toi.
April 2012, sampai tanggal 8 April 2012 cuaca umumnya cerah-hujan, angin sedang-kencang dari selatan, utara, dan barat, gunung tampak jelas, tidak teramati asap dari pos PGA. Pengamatan visual dari sekitar bibir kaldera tidak nampak perubahan yang signifikan di dalam kaldera Tambora dan sekitarnya. Tidak teramati asap putih tipis, keluar dari Doro Api Toi.
III. Kegempaan
Pemantauan aktivitas G. Tambora dilakukan secara kontinyu dari Lokasi Pos Pengamatan berada di Dusun Doropeti, Desa Doropeti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan seismograf Kinemetriks PS-2, adalah sebagai berikut ;
Januari 2012 ; Terekam 102 kali gempa Hembusan. 199 kali gempa Tremor. 40 kali Gempa Low Frequency. 106 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB). 209 kali gempa Vulkanik Dalam (VA). 50 kali gempa Tektonik Lokal (TL), dan 59 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
Februari 2012 ; Terekam 4 kali gempa Hembusan. 20 kali gempa Tremor. 34 kali Gempa Low Frequency. 20 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB). 110 kali gempa Vulkanik Dalam (VA). 20 kali gempa Tektonik Lokal (TL), dan 55 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
Maret 2012, Terekam 109 kali gempa Hembusan. 106 kali gempa Tremor. 45 kali Gempa Low Frequency. 5 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB). 154 kali gempa Vulkanik Dalam (VA). 37 kali gempa Tektonik Lokal (TL), dan 41 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
April 2012, sampai tanggal 8 April 2012 Terekam 13 kali gempa Hembusan. 34 kali gempa Tremor. 8 kali Gempa Low Frequency. 7 kali gempa Vulkanik Dangkal (VB). 48 kali gempa Vulkanik Dalam (VA). 4 kali gempa Tektonik Lokal (TL), dan 1 kali gempa Tektonik Jauh (TJ).
IV. Evaluasi
Peningkatan aktivitas G. Tambora teramati dengan meningkatnya aktivitas kegempaan dan visual, terutama Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal. Gempa Vulkanik Dalam dan Gempa Vulkanik Dangkal mulai meningkat bulan Mei 2011 dan cenderung mengalami peningkatan hingga minggu pertama Agustus 2012, dan setelah itu terjadi penurunan kembali hingga Januari 2012. Pada bulan Februari hingga akhir bulan Maret 2012 terjadi penurunan jumlah gempa harian, terutama Gempa Hembusan, Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan Gempa Vulkanik Dalam (VA). Pemantauan secara visual hingga awal April 2012, kondisi di sekitar bibir Kaldera Tambora tidak menunjukkan perubahan yang signifikan
V. Potensi Bahaya
Potensi bahaya G. Tambora saat ini adalah kemungkinan terjadinya letusan freatik yang lontaran material letusannya bisa mencapai 2 km dari pusat letusan atau berada dalam Kawasan Rawan Bencana III atau juga berpotensi terjadinya suatu pembentukan kubah lava.
VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data visual, kegempaan, dan potensi bahaya, maka terhitung tanggal 9 April 2012, pukul 15.00 WITA, status kegiatan G. Tambora diturunkan dari Waspada (Level II) menjadi Normal (Level I).
Sehubungan dengan penurunan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan tetap melakukan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Tambora dan dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah / Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Status kegiatan G. Tambora akan dinaikkan kembali jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
VII. Rekomendasi
Sehubungan dengan status kegiatan G. Tambora “NORMAL (LEVEL I)” maka direkomendasikan:
Masyarakat di sekitar G. Tambora dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki komplek kawah G. Tambora, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.
Masyarakat di sekitar G. Tambora diharap tenang, tidak tepancing isyu tentang letusan G. Tambora.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah / BPBD Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat tentang aktivitas G. Tambora. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah / BPBD setempat.
Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Tambora di Desa Pekat, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung
_________________________________________
Source:
http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=271:penurunan-status-gtambora-dari-waspada-menjadi-normal-9-april-2012&catid=35:aktifitas-terkini-gai
_________________________________________
PERINGATAN DINI: 30/8/2011 ; WASPADA : G. Tambora, Kabupaten Dompu dan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Lokasi : G. Tambora
Tanggal : Aug 30 2011
Jam : 18:37 | WIB
Peringatan
Detail Informasi
Bencana : Peringatan Dini: Gunung Tambora
Tanggal : 30 Agustus 2011, pukul 11:00 WITA
Posisi : Latitude:-8.25,Longitude:118
Wilayah : Kabupaten Dompu dan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Tidak Ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : PVMBG : EVALUASI: Peningkatan aktivitas G. Tambora teramati dengan meningkatnya aktivitas kegempaan dan visual, terutama Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal. Gempa Vulkanik Dalam mulai meningkat April 2011 dan terus mengalami peningkatan hingga Agustus 2011. Peningkatan aktivitas vulkanik berupa Gempa Vulkanik Dalam dan Vulkanik Dangkal dikhawatirkan akan memicu peningkatan aktivitas vulkanik yang lebih besar. POTENSI BAHAYA : #.Letusan paroksimal Tambora tahun 1815 mengeluarkan lontaran hujan abu dengan Volume material letusan yang dilontarkan ke udara mencapai 100-150 km3 dengan tinggi payung letusannya diperkirakan mencapai 30-40 km di atas gunungapinya. #.Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III berpotensi terlanda awan panas, aliran lava dan gas beracun, dan pada radius 3 km berpotensi terlanda lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. #.Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) II berpotensi terlanda awan panas, aliran lava dan gas beracun, dan pada radius 5 km berpotensi terlanda lontaran atau guguran batu pijar, hujan abu lebat, hujan lumpur (panas), aliran lahar, gas beracun, dan air dengan keasaman tinggi. #.Pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) I berpotensi terlanda lahar, dan pada radius 8 km berpotensi terlanda hujan abu dan kemungkinan dapat terkena lontaran batu (pijar). KESIMPULAN : #.berdasarkan hasil analisa data visual dan kegempaan, maka terhitung tanggal 30 Agustus 2011, pukul 11:00 WITA, status kegiatan G. Tambora dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II). #.Sehubungan dengan peningkatan status tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan G. Tambora. Status kegiatan G. Tambora akan diturunkan/dinaikkan kembali jika terjadi penurunan/ peningkatan aktivitas vulkanik. REKOMONDASI: WASPADA : a. Masyarakat di sekitar G. Tambora diharap tenang, tidak tepancing isyu-isyu tentang letusan G. Tambora. b. Masyarakat di sekitar G. Tambora dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati Puncak G. Tambora. c. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat dan BPBD Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima (Ketua SATLAK PB) tentang aktivitas G. Tambora. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan BPBD Propinsi. d. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Tambora di Desa Pekat, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : BPBD Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, PVMBG
Sumber : ICTD-AP, PVMBG
Kode Bencana : AX.30811
News source link
http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=203%3Apeningkatan-status-g-tambora-dari-normal-ke-waspada&catid=35%3Aaktifitas-terkini-gai&Itemid=1
| Credibility: |
 |
 |
0 |
|
Leave a Comment