Verified

Banjir *Tragedia Patamuan Mapala Unand

Lokasi     : Universitas Andalas
Tanggal     : Oct 8 2013
Jam     : 16:35 | WIB

Detail Informasi
Upacara Melepas Jenazah Aidil Anggota Mapala Unand Korban Air Bah
Selasa, 08 Oktober 2013 16:35 Berita Universitas

jenazah aidil akbar walsya setibanya di auditorium unandAidil Akbar Walsya, salah seorang dari 6 anggota Mapala Unand korban terjangan air bah di Sungai Janiah Patamuan Batu Busuk, Limau Manis, Padang pada Sabtu 28 September 2013 yang lalu setelah pencarian panjang selama 9 hari akhirnya ditemukan pada Senin, 7 Oktober 2013 sekitar pukul 12 siang. Jasad Aidil ditemukan oleh salah seorang penambang pasir di sekitar jembatan Siteba, tepatnya di Sungai Batang Kuranji di belakang gedung Bank Nagari Siteba dengan posisi tertelungkup dan bersujud. Korban ditemukan pertama kali oleh warga yang akan memancing di sungai.

Setelah mendapatkan laporan dari warga, tim SAR langsung ke tempat kejadian untuk mengevakuasi korban. Korban langsung diantar ke Rumah Sakit M. Djamil untuk melakukan otopsi. Dari hasil otopsi dan beberapa ciri yang mirip dengan korban dipastikan jenazah tersebut benar jenazah Aidil Akbar menurut keluarga dan saksi. Selanjutnya jenazah dimandikan, dikafani dan dibawa ke Auditorium Unand.


Anggota Mapala Unand korban bencana air bah dari kiri aidil akbar walsya reski tega hentelmi deni linardo artika caspela elin florita dan Vegian Rezki Ananda

Aidil merupakan korban terakhir (keenam) yang ditemukan tim Basarnas pada tragedi naas 28 September 2013 dimana kedua rekannya telah ditemukan malam saat kejadian yaitu Artica Caspela dan Elin Florita dan 3 korban lainnya pada Minggu 29 September 2013 yaitu Reski Tega Hentelmi, Vegian Rezki Ananda, dan Deni Linardo. Kelima jenazah telah dihantar ke rumah duka kampung halaman mereka masing-masing pada hari Minggu lalu (29 September 2013). Jenazah Aidil dilepas oleh pimpinan dan seluruh sivitas akademika Universitas Andalas dengan upacara resmi.

Suasana haru jelas terlihat dari wajah dosen, pimpinan, tenaga kependidikan dan mahasiswa yang menunggu di gedung Auditorium. Upacara melepas keberangkatan jenazah Aidil dipimpin langsung oleh Rektor Unand, Dr. H. Werry Darta Taifur, SE, MA. Rektor dalam amanahnya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang terjadi kepada keenam mahasiswa Unand. Sebagai muslim beriman kita harus meyakini bahwa musibah yang terjadi adalah kehendak Allah SWT. Kepada keluarga korban agar tabah menghadapi cobaan ini. Tinggal bagaimana kita mengambil hikmah dari setiap musibah yang terjadi. Musibah seperti ini tidak terjadi lagi terhadap anggota Mapala Unand maupun Mapala lainnya diluar Unand imbuh Rektor.

Rektor Unand dan WR III Unand menyampaikan belangsungkawa yang dalam kepada orang tua aidil akbar walsyaRektor menyampaikan bahwa pihak Unand telah bekerja maksimal dan berkoordinasi dengan semua pihak mulai dari Gubernur Sumatera Barat sampai pihak Basarnas dan tim gabungan. Sampai hari Senin, 7 Oktober 2013, Unand menulis surat kepada Kapolda Sumbar untuk minta bantuan dengan menggunakan anjing pelacak untuk mencari korban atas permintaan orang tua Aidil. Kalau pihak keluarga masih merasa upaya yang dilakukan berbagai pihak belum maksimal menurut pihak keluarga, mewakili Unand dan tim gabungan Basarnas, Rektor menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga.

Rektor juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah bersusah payah tanpa lelah membantu pencarian korban. Semoga apa yang dilakukan menjadi ladang ibadah kelak di akhirat dan mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Gubernur Sumatera Barat dan seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan mulai dari kejadian hingga saat sekarang ini.

Upacara di tutup dengan pemberian ucapan belasungkawa kepada keluarga korban. Jenazah Aidil diberangkatkan langsung ke rumah duka di Mandiangin, Bukittinggi. Pihak Unand diwakili oleh Wakil Rektor II, Dekan Fakultas Ekonomi dan Pembina Mapala.

acara pelepasan jenazah anggota mapala diauditorium unand



Humas dan Protokol Unand
------------------------------------------------
Kronologis Kejadian Musibah Menimpa Mahasiswa Mapala Unand dan Lanjutan Pencaharian Korban
Senin, 30 September 2013 06:19

Rektor Unand, Dr. H. Werry Darta Taifur, SE., MA. yang didampingi oleh Pembina Mapala Unand, Prof. Dr. Ir. Hermansyah MSc., Minggu pagi, 29 September 2013 menyampaikan di hadapan media cetak dan elektronik di lokasi Instalasi Kamar Jenazah, Rumah Sakit M. Djamil Padang bahwa musibah yang menyebabkan diseretnya 6 orang mahasiswa Mapala Unand, Sabtu sore, 28 September 2013, pukul 18.00 oleh air bah di Sungai Padang Janiah, Batu Busuk, Padang merupakan murni musibah. Rektor menambahkan bahwa pada pagi hari Sabtu tersebut berangkat sebanyak 8 orang tim survei Mapala Unand menuju lokasi Sungai Padang Janiah dengan perlengkapan logistik dan peralatan pendukung lainnya dalam rangka menetapkan lokasi alternatif untuk kegiatan latihan dasar yang rutin dilaksanakan setiap akhir tahun. Sebelum berangkat Mapala Unand juga telah melengkapi semua dokumen yang diperlukan untuk sebuah survei.

Lokasi Sungai Padang Janiah telah digunakan untuk pendidikan dasar Mapala semenjak tahun 1990-an dan juga jalan pelintasan bagi masyarakat sekitar jika ingin ke hutan atau ladang di perbukitan. Namun survei ini diperlukan akibat beberapa rute jalan yang ditempuh selama ini telah mengalami rusak berat akibat banjir bandang yang terjadi pada bulan September 2012 yang lalu. Oleh sebab itu menurut Rektor, tim survei ini mencari rute baru atau rute alternatif yang lebih aman bagi peserta kegiatan pendidikan dasar.

Untuk mengetahui kronologis kejadian yang menimpa mahasiswa Mapala Unand, Humas dan Protokol Unand mencari informasi dari Ivo Nurdio Putra mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP dan Meta Rama Rita, mahasiswa Jurusan Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan, dua mahasiswa yang terhidar dari musibah seretan air bah tersebut. Kedua anggota tim ini masih belum masuk sungai dan berada di pinggir sungai pada saat air bah datang dan baru dapat dievakuasi pagi hari Minggu, tanggal 29 Septemer 2013.

Menurut Ivo, musibah terjadi ketika menyeberangi sungai, air bah datang secara tiba-tiba dan menyeret enam orang yang sudah masuk sungai lebih dulu. "Padahal kami sebelumnya sudah menunggu di sisi sungai lebih dari satu jam untuk menyeberang, saat air terlihat bisa untuk diseberangi, maka kami memutuskan untuk menyeberang. Namun naas datang, baru sekitar satu meter menyeberang, air bah datang dan menyeret 6 orang personel Mapala Unand" ungkap Ivo.

Ivo dan Meta tidak dapat melakukan pertolongan karena air semakin besar dan sangat deras sekali. Mereka menyaksikan bagaimana teman-teman yang dibawa air bah berpegangan dan bergulat untuk berupaya menyelematkan diri. Namun apa daya kekuatan air bah begitu besar dan akhir 6 orang teman-teman yang sama-sama seperjuangan tidak terlihat lagi. Upaya yang dilakukan Ivo dan Meta adalah memberi informasi dan melaporkan kejadian ke Posko di Sekretariat Mapala Unand, Gedung PKM Unand.

Posko Mapala menghubungi semua jalur agar dapat memberi bantuan sesegera mungkin dan memberi tahu pimpinan Unand. Setelah magrib, berbagai bantuan, relawan dan tim dari berbagai elemen baik yang berasal dari Pemerintah Kota Padang dan maupun dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sudah berada di lokasi Batu Busuak. Pimpinan Unand, Wakil Rektor III bersama tim dari berbagai elemen Universitas juga sudah berada di lokasi bersama mahasiswa, relawan dan masyarakat,. Pada malam Minggu tersebut hanya dua orang peserta yang dapat dievakuasi, yaitu Artica Caspela (Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran) dan Elin Florita (Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian). Kedua korban ini langsung dibawa ke Rumah Sakit M. Djamil Padang.

Berhubung hari sudah menunjukan pukul 23,00 dan cuaca kurang mendukung akibat hujan deras, maka kegiatan mencari dan mengevakuasi korban diputuskan untuk dihentikan dan akan dilanjutkan mulai pukul 6.00 hari Minggu.

Pagi hari Minggu, ditemukan lagi Deni Linardo (Fak. Pertanian, BP 2010), Vegian Rizki Ananda (Fakultas Ekonomi, BP 2012), Riski Tega (Fakultas Ekonomi D3, BP 2010 ) di Muaro Ulak Karang dan dekat Basko Super Mall. Sampai sore hari Minggu ini, saat berita ini diturunkan Aidil Akbar (Fakultas Ekonomi, BP 2011) belum ditemukan.

Kemudian mahasiswa yang selamat adalah Ivo Nurdio Putra (Mahasiswa Prodi Sosiologi, FISIP,BP 2009) dan Meta Ramarita(Fakultas Peternakan, BP 2010) dievakuasi setelah air sungai surut dan sampai di Kampus Unand pagi hari Minggu.

Selanjutnya jenazah Artica Capela diberangkatkan ke rumah duka di Indrapura Selatan, Sungai Batu Asah, hari Minggu jam 04.45 pagi. Keberangkatan dilepas oleh pimpinan Fakultas Kedokteran. Elin Florita diberangkatkan ke rumah duka di Lubuk Basung, Agam sekitar pukul 5.00 dilepas oleh Dekan Fateta Prof. Dr. Fauzan Azima. Deni Linardo diberangkatkan kerumah duka di Pasar Minggu, Tarusan jam 09.30 Wib dan Vegian Rizki Ananda diberangkatkan ke rumah duka di Baso, Agam jam 12.00 Wib Riski Tega (Fakultas Ekonomi D3, BP 2010 diberangkatkan ke rumah duka di Jalan Dr. M. Hatta No. 6 Anduring, Padang. Ketiga jenazah terakhir ini dilepas Rektor Unand dan Dekan Fakultas Ekonomi, Prof. Dr. Tafdil Husni.

Sampai pukul 18,00, Aidil Akbar Walsya belum dapat ditemukan meskipun tim telah bekerja keras dengan menyisir sungai dua kali mulai dari Batu Busuak sampai ke Muaro Ulak Karang. Kemudian tim juga mencari sepanjang kiri dan kanan Muaro Ulak Karang.

Berdasarkan hasil rapat evaluasi tim SAR, upaya pencarian akan dilanjutkan pada hari Senin 30 September 2013, pukul 8.00. Posko masih ditetapkan di Kampus Universitas Bung Hatta. Tim pencari dibagi empat. Tim 1 bergerak dari jembatan Kampung Kelawi menyelusuri bagian kiri sungai dengan jalan kaki. Tim 2 bagian kanan sungai. Tim 1 dan 2 ini menyusur ke arah hulu sungai.

Selanjutnya Tim 3 menyusuri sungai menuju muara sungai, yang lebih dikenal dengan Muaro Ulak Karang atau Muaro Parkit-Air Tawar dengan titik awal yang sama dengan tim 1. Tim 4 menyusuri muara sungai dengan menggunakan perahu dan peralatan pendukung lainnya. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kabasarnas Padang, Bapak Zainul.

Humas dan Protokol Unand
Credibility: UP DOWN 0


Leave a Comment
Name:
Email:
Comments:
Security Code:
Captcha