Detail Informasi
Penurunan Status G. Lewotobi Perempuan dari Waspada menjadi Normal, 29 Maret 2012
Monday, 02 April 2012 11:24 administrator
E-mail Print PDF
Evaluasi tingkat kegiatan G. Lewotobi Perempuan yang terletak di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
I. Pendahuluan
Gunungapi Lewotobi merupakan salah satu gunungapi strato tipe andesitik yang terletak di bagian timur Pulau Flores. Gunungapi Lewotobi memiliki dua puncak, yaitu G. Lewotobi Laki-laki dengan ketinggian 1584 mdpl dan G. Lewotobi Perempuan dengan ketinggian 1703 mdpl di bagian selatan. Secara administratif G. Lewotobi Perempuan masuk ke dalam wilayah Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada posisi geografis 8o33’06’’ LS – 122o46’54’’ BT.
Gunungapi Lewotobi Perempuan tercatat pernah meletus pada tahun 1921 dan 1935 (Kemmerling, Stehn, dan Neumann van Padang dalam Kusumadinata, 1979). Letusan tahun 1921 berupa letusan abu disertai lontaran batu. Sedangkan letusan tahun 1935 mengeluarkan asap tebal secara berkala setiap 5 menit dari Kawah B yang disertai suara gemuruh.
Sejak tanggal 26 Agustus 2011 mulai terjadi peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) yang signifikan dan sejak tanggal 28 Agustus 2011 mulai terekam gempa tremor. Pada tanggal 31 Agustus 2011 pukul 15:00 WITA tingkat kegiatan G. Lewotobi Perempuan dinaikkan menjadi status Waspada (Level 2).
II. Pengamatan Visual
Pengamatan visual dilakukan dari Pos Pengamatan Gunungapi Lewotobi di Desa Nawakote Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Selama bulan Januari – Maret 2012 hembusan asap G. Lewotobi Perempuan teramati berwarna putih tipis dengan tekanan lemah setinggi lebih kurang 15 meter di atas puncak. Secara visual tidak terlihat perubahan aktivitas vulkanik yang signifikan.
III. Pengamatan Kegempaan
Kondisi kegempaan terkini G. Lewotobi Perempuan adalah sebagai berikut:
Tanggal 1 – 31 Januari 2012: terekam 56 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ), 8 kali Gempa Tektonik Lokal (TL), 66 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 651 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), dan 231 kali Gempa Hembusan.
Tanggal 1 – 29 Februari 2012: terekam 2 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ), 5 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), dan 70 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB).
Tanggal 1 – 25 Maret 2012: terekam 1 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dan 70 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB).
IV. Evaluasi
Pada status Normal (level I) dari 1 Januari 2011 – 25 Agustus 2011, seismograf G. Lewotobi Perempuan merekam Gempa Vulkanik Dalam (VA) maksimum 1 kejadian/hari dan Gempa Vulkanik Dangkal (VB) maksimum 15 kejadian/hari.
Pada status Waspada (level II), pada tanggal 31 Agustus 2011 terekam gempa VB 120 kejadian/hari dan VA 6 kejadian/hari. Sejak itu jumlah gempa vulkanik yang terekam bersifat fluktuatif dengan kecenderungan menurun. Sejak Februari 2012, jumlah Gempa Vulkanik Dalam (VA) mengalami penurunan hingga tercatat maksimum 1 kejadian/hari dan Gempa Vulkanik Dangkal (VB) maksimum 15 kejadian/hari.
V. Potensi Bahaya
Potensi bahaya yang mungkin terjadi berupa letusan magmatik yang disertai lontaran material pijar, pasir, dan hujan abu. Kawasan rawan bencana terhadap material jatuhan (hujan abu dan lontaran batu pijar) masuk di dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III yang meliputi Desa Nobo dan Nurebeleng.
VI. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan sampai tanggal 25 Maret 2012 maka tingkat kegiatan G. Lewotobi Perempuan diturunkan dari Waspada (Level 2) menjadi Normal (level 1) terhitung mulai tanggal 29 Maret 2012 pukul 13:00 WITA.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap memantau kegiatan G. Lewotobi Perempuan secara intensif guna melakukan evaluasi kegiatan vulkaniknya.
Jika terjadi peningkatan kegiatan vulkanik G. Lewotobi Perempuan secara signifikan maka statusnya akan dinaikkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan potensi bahayanya.
VII. Rekomendasi
Sehubungan dengan tingkat kegiatan G. Lewotobi Perempuan dalam status Normal maka direkomendasikan:
Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Perempuan dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki komplek kawah G. Lewotobi Perempuan, mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan.
Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Perempuan diharap tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Perempuan di Desa Nawakote Boru, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang aktivitas G. Lewotobi Perempuan.
____________________________________
Sumber:
http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=267:penurunan-status-g-lewotobi-perempuan-dari-waspada-menjadi-normal-29-maret-2012&catid=35:aktifitas-terkini-gai
________________________
PERINGATAN DINI : 1/9/2011: GUNUNG API : Lewotobi (Perempua), Kab. Flores Timur, Prov.Nusa Tenggara Timur
Lokasi : Lewotobi
Tanggal : Sep 1 2011
Jam : 06:04 | WIB
Peringatan
Detail Informasi
Bencana : Peringatan Dini G. Lewotobi (Perempua)
Tanggal : 31 Agustus 2011 pukul 15:00 WITA.
Posisi : -8.562955398921,122.78231073017
Wilayah : Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Korban : Tidak Ada
Pengungsi : Tidak Ada
Kerusakan : Tidak Ada
Kebutuhan : Sosialisasi
Penanganan : PVMBG: ANCAMAN BAHAYA : Ancaman bahaya untuk saat ini adalah terjadinya letusan magmatik disertai dengan lontaran material pijar, pasir dan hujan abu. Kawasan rawan bencana terhadap material jatuhan (hujan abu dan lontaran batu (pijar) terutama di Kawasan Rawan Bencana III yang meliputi Desa Nobo dan Nurebeleng. KESIMPULAN: Berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, maka status kegiatan vulkanik G. Lewotobi Perempuan dinaikkan dari NORMAL (LEVEL I) menjadi WASPADA (LEVEL II) terhitung tanggal 31 Agustus 2011 pukul 15:00 WITA. Jika terjadi perubahan penurunan/peningkatan aktivitas vulkanik G. Lewotobi secara signifikan, maka tingkat kegiatannya dapat diturunkan/dinaikkan sesuai dengan tingkat kegiatan dan ancamannya. Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan G. Lewotobi Perempuan, serta pemahaman akan aktivitas G. Lewotobi Perempuan harus tetap dilakukan secara intensif melalui kegiatan sosialisasi tentang ancaman bahaya letusan G. Lewotobi Perempuan. REKOMENDASI : #. Masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati dan melakukan aktivitas pada radius 1 km dari kawah Lewotobi Perempuan. #. Untuk Desa yang berada di sekitar G. Lewotobi Perempuan agar mewaspadai terjadinya hujan abu, pasir, dan kemungkinan dapat terkena lontaran batu. #. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isyu-isyu yang tidak jelas sumbernya. # Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Perempuan di Desa Nawakote Boru, Kec. Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung. # Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Perempuan.
Akses Komunikasi : Tidak Ada Data
Kontak Penting : BPBD Provinsi Nusa Tenggara, Satlak PB setempat, Pos Pengamatan G. Lewotobi Perempuan di Desa Nawakote Boru, Kec. Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, PVMBG
Sumber : ICTD-AP, PVMBG
Kode Bencana : AX.31.811
News source link
http://www.vsi.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=204:peningkatan-status-g-lewotobi-perempuan-dari-normal-menjadi-waspada&catid=35:aktifitas-terkini-gai
| Credibility: |
 |
 |
0 |
|
Leave a Comment